First Impression: LANEIGE Water Bank Trial Kit

Hallo, kali ini saya akan memberikan kesan pertama atau first impression mengenai produk skin care yang cukup terkenal ini. Yap, LANEIGE merupakan produk perawatan kecantikan dari Korea. Dengan konsep sparkling beauty, LANEIGE  menerapkan sistem water science dimana air dapat membuat kulit wanita menjadi lebih berkilau. Selain itu dengan teknologi air ini, LANEIGE menyadari bahwa air berperan penting dalam kelembaban kulit serta anti penuaan.

Seperti kebanyakan wanita pada umumnya, saya pun ingin memiliki kulit yang cerah, lembab, dan berkilau bak artis Korea hehe. Maka dari itu, saya mencoba untuk membeli salah satu produk LANEIGE yaitu LANEIGE Water Bank Trial Kit. Dengan bentuknya yang kecil, LANEIGE Water Bank Trial Kit ini berisi 4 items yang diantaranya adalah water bank essence_EX, water bank gel cream, moisture cream, eye cream. Saya membeli LANEIGE Water Bank Trial Kit ini di salah satu online shop. Untuk coba-coba sih sebenarnya enggak masalah, karena harganya masih masuk di akal sih. Secara, LANEIGE termasuk high brand dengan harganya yang tidak biasa hehe. Tapi, dengan harga yang tidak biasa tersebut dapat membuat kulit wajah lebih terawat, who knows?

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

LANEIGE Water Bank Essence _EX memiliki beberapa kandungan di dalamnya, diantaranya:

  • Hydro Ion Mineral Water yang dapat meresap jauh ke dalam kulit, sehingga mampu menghidrasi kulit dan memperbaiki kerusakan
  • Ekstrak tillandsia dengan kaya akan betaine, mampu menyeimbangkan kelembaban optimum kulit
  • Ekstrak biji kuinoa dan mineral ion yang dapat memberikan kelembaban kulit secara langsung, sehingga kulit menjadi lembut dan halus (source)

FIRST IMPRESSION

Jujur, saya sangat excited untuk mencoba LANEIGE Water Bank Trial Kit. Apalagi mengingat bahwa Song Hye-Kyo pernah menjadi brand ambassador LANEIGE. Angan-angan ingin memiliki kulit wajah bersih, bersinar bak artis Korea. Akhirnya, saya mencoba produk ini sesuai dengan urutan. Oia, sebelumnya kulit saya ini cenderung kering dan berminyak, mungkin bisa disebut dengan kombinasi.

2018-04-05 11.29.33 1.jpg
Photo by Shintria

Pertama, sebelum tidur saya selalu mencuci muka dengan bersih. Jika setelah ada kegiatan, biasa saya gunakan water cleanser setidaknya untuk membersihkan bedak pada wajah. Setelah itu, saya ratakan water bank essence_EX pada seluruh wajah. Kedua, setelah meresap selanjutnya saya menggunakan gel cream pada seluruh wajah. Pada bagian selanjutnya, saya ratakan moisture cream pada seluruh bagian wajah. Step terakhir ratakan water bank gel eye cream pada kantung mata.

Nah, saat pemakaian pertama saya sudah cukup jatuh cinta. Sesuai dengan konsepnya yaitu water bank, maka produk ini akan mudah menyerap pada kulit. Selain itu teksturnya juga cair, ya seperti air. Saya merasakan kulit menjadi lebih tebal, ini saat awal pemakaian ya, belum dalam semalam. Pokoknya saya merasa yakin akan cocok dengan LANEIGE Water Bank ini.

Ternyata, kulit saya yang terbilang manja ini tidak cocok dengan LANEIGE Water Bank. Padahal secara keseluruhan saya menyukainya, bayangkan baru awal pemakaian saja kulit sudah terasa kencang, seperti tebal gitu hehe. Setelah dua kali pemakaian memang kulit saya terasa lebih hydrated sih, cuma…. timbul semacam bintik dan bentol kecil tanpa gatal huhu. Sedih sih, karena saya berharap bisa cocok dengan LANEIGE. Tapi, saya ingin mencobanya lagi suatu saat, mungkin saat itu hormon saya sedang tidak baik (tetep usaha) hehe.

Sekarang, LANEIGE official store sudah tersedia di Indonesia lho. Jadi, sudah tidak perlu sulit lagi bagi Anda yang ingin membeli LANEIGE. Kalau ini kan first impression berdasarkan kulit saya secara pribadi ya, mungkin saja di kulit Anda bisa cocok. Semua kan kembali lagi kepada kulit masing-masing. Akhirnya, sekarang saya hanya berani menggunakan Water Bank Gel Eye Cream dari LANEIGE, lumayan kan.. hehe..

***

Water Bank Ingredients

Water, Glycerin, Butylene Glycol, Glycereth-26, Cyclopentasiloxane, Hydrogenated Poly(C6-14 Olefin), Dimethicone, Limnanthes Alba (Meadowfoam) Seed Oil, Tribehenin, Cyclohexasiloxane, Chenopodium Quinoa Seed Extract, Magnesium Sulfate, Zinc Sulfate, Manganese Sulfate, Calcium Chloride, Ascorbyl Glucoside, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Tillandsia Usneoides Extract, Ceratonia Siliqua (Carob) Fruit Extract, Dimethiconol, Betaine, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Ethylhexylglycerin, Isopropyl Palmitate, Carrageenan, Phenyl Trimethicone, Propylene Glycol, PCA Dimethicone, Hydrogenated Lecithin, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance (Source)

 

Advertisements

REVIEW: COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner & COSRX Ultimate Moisturizing Honey

Hallo..

Setelah lama tidak menulis, akhirnya kembali menulis. Semoga setelah ini bisa lebih giat lagi berbagi informasi dari blog ini. Sejauh ini masih belum bisa konsisten nih dengan penggunaan ‘aku’, ‘kamu’, ‘saya’ atau ‘gue’. Hmm.. sepertinya lebih nyaman pakai ‘saya’ ya.. So, what are you waiting for?

Kali ini saya akan kembali membuat review tentang skincare andalan. Awalnya saya mengetahui merk skincare ini hasil dari pencarian di internet. Menurut kata hati, skincare ini cocok untuk kulit saya yang terbilang sensitif. FYI sebelumnya saya akan jelaskan akan kondisi kulit wajah saya. Pada T Zone berminyak, sehingga menimbulkan bintik besar, entah whiteheads atau bukan. Dulu, langkah awal yang saya lakukan yaitu menghilangkan bintik tersebut dengan laser. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit menghilang. Namun, dokter kulit kembali memberi tahu bahwa bintik tersebut akan kembali muncul. Sejauh ini penjelasan yang saya dapat belum memuaskan. Tapi, bisa saja ada pengaruh dari minyak yang lebih atau terlalu kering. Akhirnya, saya pindah dokter dan menjalani perawatan secara rutin. Ya, hasilnya memang jauh membaik. Namun, saya merasa kok kayaknya kelewat putih ya haha. Lalu, saya juga merasa ketergantungan terhadap skincare dari klinik kecantikan tersebut.

Alhasil, saya memutuskan untuk meninggalkan perawatan dokter. Jujur, saya masih merasa takut untuk mencoba skincare lain. Namun, dengan rasa percaya diri saya coba salah satu produk skincare dari korea ini. Dari berbagai penelurusan sih, banyak yang cocok ya dengan produk ini.

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

COSRX, dari nama produknya memang cukup unik. Dari desain produk juga membuat saya penasaran, simple gitu. Akhirnya setelah bingung karena ada AHA dan BHA, ini itu bla bla.. (perawatan skin care Korea itu bisa lebih dari 3 step) saya memilih Cosrx AHA/BHA toner dan Ultimate Moisturizing Honey.  Alasan saya memilih kedua produk tersebut karena kondisi kulit wajah yang saat itu sedang kering. Berharap juga bisa meringankan bintik pada wajah.

Saya sudah pakai dua produk ini kurang lebih selama 6 bulan. Kalau kulit saya lagi ‘manja’, dua produk ini sangat membantu saya sih.  Berikut saya lampirkan deskripsi mengenai Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner ini ya.

COSRX AHA/BHA CLARIFYING TREATMENT TONER

Formulated with AHA, BHA, and Purifying Botanical Ingredients, the AHA/BHA Clarifying Treatment Toner works to soothe, refresh, and soften skin

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

AHA/BHA Clarifying Treatment Toner maintains skin’s optimal pH level. This low pH formula works to refresh, and soften the skin and helps prevent the formation of future whiteheads and blackheads. In the formulation of the AHA/BHA Clarifying Treatment Toner, mineral water(as opposed to purified-water) for your skin’s health, natural AHA to even skin tone, and natural BHA to smoothen and soften skin. It’s suitable for all skin types.

It’s a daily exfoliating toner. (source)

Saya biasa memakai Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner ini hampir setiap hari, khususnya di waktu malam sebelum tidur. Karena, sampai saat ini saya belum menemukan produk yang cocok untuk evening skincare routine. Sesuai dengan penjelasan di atas, bahwa exfoliating toner ini dapat dipakai setiap hari lho. Namun kembali lagi, menurut saya semua sesuai kulit wajah masing-masing. Saran saya, jika sudah merasa berlebihan lebih baik berhenti sementara. Juga, jika ingin memakai toner ini pada pagi hari, sebaiknya gunakan sunscreen.

Selain itu saya juga memakai Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask. Sesuai dengan judul produk tersebut, maka masker ini dapat dipakai hingga sepanjang malam. Sejauh ini Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask dapat membuat kulit wajah saya menjadi lembab.

COSRX ULTIMATE MOISTURIZING HONEY OVERNIGHT MASK

Enriched with more than 87% of Propolis Extract and natural beeswax, this mask provides intensive hydration with refreshing moisture.

TIP : As a 3-in-1 mask, this product can be used as an overnight mask, a cream or as a wash off mask! (source)

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

Walaupun overnight mask, produk yang satu ini bisa juga digunakan pada pagi hari sebagai basic skincare routine. Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask juga bisa menjadi wash-off mask. Jadi, tinggal ratakan Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask pada seluruh wajah, diamkan selama 15 menit lalu bilas hingga bersih.

Dua produk ini sepertinya akan saya repurchase sih, mengingat mereka bisa membuat kulit wajah saya menjadi lebih calm saat sedang ‘manja’. Selain itu, saya merasa kulit jadi lebih glowing saat pagi hari. Gimana, minat untuk mencoba COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner & COSRX Ultimate Moisturizing Honey?

 

Weekly Thoughts; Kebutuhan Rumah Tangga

Kebutuhan rumah tangga kini di atas segalanya deh. Dulu sering denger kalimat, “nanti kebutuhan rumah tangga tuh banyak.” Seperti biasa, faktor belum merasakan jadi mengabaikan. Sekarang, ‘sedang’ merasakan jadi pusing sendiri, lalu keluar lah “oh ini rasanya berumah tangga.” Kayak dulu nggak perduli sama elektronik seakan mudah didapatkan dan nggak butuh, sekarang? dikasih hadiah mesin cuci bahagia banget. Terlebih lagi biaya pindahan yang enggak sedikit, cukup membuat isi tabungan kering. Alhamdulillah, saya dan suami sudah mempersiapkan dari setelah menikah. Tapi tetap aja namanya manusia selalu ada kurangnya, kurang ini lah itu lah.
Sementara belum mendapatkan rumah pribadi yang cocok dengan pendapatan, maka saya dan suami mengontrak. Saya pribadi ‘gatel’ sendiri pengen bikin rumah nyaman meski masih kontrak. Alhasil harus cari ide gimana buat desain rumah tetap nyaman, terlihat rapih, tapi ketika pindah nanti masih bisa dibawa. Syukur di jaman sekarang apa-apa sudah bisa rakit dan bongkar kembali.

Eits.. untuk interior dalam rumah seperti home living yang menggemaskan harus saya pinggirkan terlebih dahulu. Lalu, apa saja kebutuhan rumah tangga yang harus ada terlebih dahulu?

  • Elektronik

Bukan hanya sekedar TV dan radio, menurut saya semua barang elektronik rumah tangga semua saling berkaitan. Pernah nggak sih terpikir ada mesin cuci tapi nggak ada kulkas. Mungkin bagi yang belum menikah belum terasa manfaatnya. Tapi, bagi saya yang sudah merasakan, harus muter otak pelan-pelan buat memiliki barang-barang elektronik. Enggak ada tuh yang namanya ‘beli AC dulu deh yang lain gampang.’ Semua barang elektronik mendukung. Baik lah, mungkin kalau tidak ada AC masih ada kipas angin yang harganya terjangkau. Tapi kalau tidak ada kompor, maka tidak bisa memasak. Tidak ada kulkas, maka makanan yang harusnya bertahan lebih lama bisa cepat masi, selain itu sayuran menjadi layu, telur menjadi busuk dan lain sebagainya. Selain itu tidak ada mesin cuci, masih bisa lah cuci pakai tangan. Tapi, apa mau selamanya cuci seragam kerja suami yang tiap hari gonta ganti? “Kan mba Shintria bisa laundry,” halo… kalau sudah menikah pasti memikirkan pengeluaran secara rinci.

Sementara belum memiliki kulkas, alhasil selama satu minggu setelah pindah saya membeli makanan jadi. Ya, makanan jadi tersebut harus habis selama satu hari. Pastikan makanan jadi yang bahannya tidak mudah basi, bisa saya siasatkan dengan rajin memanaskan makanan tersebut agar bisa dimakan pada malam atau esok hari. Kenapa harus dipanaskan? balik lagi ke awal, masalah pemasukan dan pengeluaran setelah menikah itu berbeda saat masih hidup sendiri apalagi dengan orang tua.

‘Wah, mba Shintria tidak bisa hidup susah nih?.’ Coba saya tanya, kalau masih bisa usaha untuk memberi kemudahan pada diri sendiri, kenapa harus menyusahkan?

Sebenarnya tidak memakasakan untuk membeli barang elektronik. Hanya saja, lama kelamaan pasti membutuhkan untuk memudahkan hidup. Apalagi ibu rumah tangga, pasti merasakan manfaat barang-barang elektronik.

  • Perabot Rumah Tangga; Dapur

Perabot rumah tangga yang kecil, tidak kasat mata berada di dapur. Seperti panci, teflon, hingga gunting sering diabaikan saat masih hidup sendiri. Kasihan kan mereka? sekarang, mereka sangat berarti bagi saya. Setelah menikah, saya mendapatkan hadiah satu set alat masak dari salah seorang sahabat. Ditanya senangnya seperti apa? ya, hampir sama lah seperti dapat makeup kit.

Jangan lupa beli kompornya, tidak perlu yang muluk-muluk apalagi pakai oven haha. Beli dulu yang harga nya terjangkau, setidaknya masih bisa mengeluarkan api dan aman. Selanjutnya baru deh lengkapi dengan piring, gelas,  pisau, sendok dan garpu yang cantik-cantik.

  • Home Living; Interior

Kalau semua kebutuhan rumah tangga yang penting sudah terpenuhi, baru bisa cicil aksesoris rumah. Kan sekarang lagi jaman desain dalam rumah dengan berbagai konsep, nah di situ lah ibu rumah tangga dapat mengasah kreatifitas. Terlebih lagi sekarang sudah ada internet, ibu rumah tangga bisa mudah membandingkan berbagai macam barang yang cocok untuk rumah. Selain kursi dan menja, kini rumah juga bisa terlihat lebih segar dengan tanaman hijau. Sebenarnya, apa yang ada pada tulisan ini merupakan wish list saya hehe..

Sebenarnya, jika ada rezeki lebih semua kebutuhan rumah tangga bisa dengan mudah didapatkan. Namun, saat sudah menikah akan ada saja pengeluaran yang tak terduga. So, bagi saya semua harus pelan-pelan. Kini, saya dan suami harus bisa mengalahkan ego masing-masing. I mean kami harus bisa menyisihkan terlebih dahulu kepentingan pribadi masing-masing, lalu menjadikan kebutuhan bersama sebagai prioritas.

Intinya, setiap apa yang saya miliki sekarang hanya perlu bersyukur. Apa pun yang ada sekarang, bukan milik saya. Semua akan kembali kepadaNya, apa pun itu. Saya di sini hanya perlu menjaga dan bersyukur.

Love,

Shintria

Weekly Thoughts; Kehidupan Setelah Menikah

AIK_7787 b
Photo by Wongakbar Photography

Dulu, sebelum menikah banyak sekali tentang pasangan yang sudah menikah. Ada yang bercerita tentang kebahagiaan, bahkan ada yang merasa merugi. Saya sebenarnya tidak suka jika harus mendengarkan cerita tentang keburukan dalam  pernikahan. Maksud saya, kadang ada beberapa orang bercerita hidup setelah menikah ternyata tidak enak, suami/istri ternyata begini lah begitu lah. Ya, saya memang baru merasakan hidup setelah menikah. Namun, baik belum atau sudah menikah, saya harus tetap mempunyai komitmen (tidak hanya dalam pernikahan).

Jika saat ini Anda mendengar hidup setelah menikah itu berbeda, saya akan jawab ‘ya.’ Jelas dan terasa sekali perbedaannya. Dimana perbedaannya? tentu ada banyak baik dari pasangan maupun diri sendiri. Benar kah sudah menikah akan menemukan sifat asli pasangan? saya akan jawab ‘ya.’ Bukan hanya sifat pasangan, namun sifat diri sendiri pun akan muncul dengan sendirinya tanpa saya sadari. Disini lah salah satu ujian bagi pasangan yang sudah menikah.

Kadang saat menemukan sifat buruk dari pasangan, sudah pasti akan merasa kesal. Tapi, jika kembali lagi mengingat apa arti sebuah pernikahan, maka semua rasa kesal akan hilang dan terganti menjadi sayang. Justru kadang saya merasa malu jika tidak bisa mengalahkan ego diri sendiri. Malu rasanya jika tidak bisa bersikap dewasa saat menghadapi masalah. Menurut saya, jika pasangan yang sudah menikah tidak kembali mengingat apa tujuan menikah itu, hmm rasanya baru seminggu menikah sudah menyerah deh hehe. Karena, memang kehidupan saat sendiri itu berbeda dengan setelah menikah. Tapi, semua harus kembali menikmati setiap detik, menit, jam dan hari yang akan saya lewati.

Your Partner is a Reflection of You

Entah apa pun yang ada pada diri pasangan, entah kebaikan atau keburukan, ia tetap lah orang yang telah memilih saya dengan segala kekurangan. Ia juga jodoh yang telah Allah SWT pilih untuk saya. Semakin hari, saya semakin mengerti betul bahwa pasangan itu tergantung dari bagaimana diri sendiri. Seperti, jika diri ini baik, maka akan mendapatkan pasangan yang baik.

Maka, menurut saya jika ingin mendapatkan pasangan yang baik, maka perbaiki diri sendiri dulu. Jika selama ini merasa “pasangan aku kok begini ya, kok begitu ya,” coba perhatikan diri sendiri, apa kah sudah merasa benar sebagai pasangan.? Saya percaya bahwa pasangan suami istri itu adalah refleksi dari dirinya masing-masing.

Distance Teaches Us To Appreciate

Bagi saya dari awal kenal sudah dari kejauhan, hingga menikah pun begitu, sangat merasakan nikmat nya kebersamaan. Banyak orang saya perhatikan, saat dekat mereka saling membenci, namun saat jauh justru merindu. Hal tersebut sebenarnya klasik, karena saya pun sering merasakan demikian. Maka dari itu, jarak mengajarkan saya dan suami untuk saling menghargai. Tidak cukup jika hanya menghargai perasaan masing-masing pasangan, namun juga harus paham betul bahwa waktu terus berjalan. Rugi rasanya jika harus dilewati dengan rasa benci yang mendalam. Jarak mengajarkan saya untuk bisa menghargai, apapun dan bagaimana pun.

So Many To Do List 

Akan banyak yang dikerjakan bersama dengan pasangan setelah menikah. Tentu ini menjadi tantangan bagi saya pribadi. Hal yang pernah saya dan suami bayangkan, menjadi sebuah kenyataan. Dimana kami bisa memberi keperluan rumah tangga berdua, membereskan pekerjaan rumah berdua, bahkan kini saya harus mempersiapkan menu makan siang dan malam untuk suami. Terlebih lagi, saya harus bisa memasak bahkan membuat suasana rumah menjadi nyaman. Setidaknya akan banyak hal baru yang harus saya kerjakan, baik itu bersama dengan suami atau pun tidak.

Always Trying to be a Good Housewife

Menurut saja, sudah mejadi kewajiban seorang wanita untuk menjadi ibu rumah tangga. Entah bagaimana pun, wanita yang melakukan segala hal dengan perasaannya, memang tercipta untuk menyayangi, memperhatikan, dan mencintai keluarga. Saya senang melihat ibu rumah tangga yang sangat perhatian dengan anak-anak dan suami. Seperti terus berusaha untuk menjadi istri dan ibu rumah tangga yang cerdas. Artinya, ibu rumah tangga juga harus mempunyai keahlian walau pun di rumah. Beberapa orang melihat ibu rumah tangga hanya sekedar di rumah, beres-beres, masak, urus anak dan suami. Namun, jika melihat lebih dalam ternyata pekerjaan ibu rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Ibu rumah tangga harus mampu membuat rumah menjadi tenang, nyaman, tentram sehingga anak-anak dan suami dapat melepaskan lelahnya seharian di rumah. Ibu rumah tangga juga harus memastikan kondisi rumah harus tetap bersih, makanan harus enak dan sehat, dan lain sebagainya. Yap, poin ini lah yang masih harus banyak saya pelajari.

Bagi saya, kehidupan setelah menikah itu akan menyenangkan jika kita kembali mengingat tentang tujuan menikah. Selain itu, kita juga harus mampu rendahkan diri saat sedang merasa kesal pada pasangan, harus mampu berkaca bahwa diri ini pun tidak sempurna. Selain itu, coba untuk terus menghargai setiap detik dan menit yang akan dilewati bersama pasangan. Bayangkan jika detik dan menit hingga momen itu tidak akan pernah terulang kembali. Apa bila merasa bosan, coba ingat kembali ‘bagaimana hidup Anda jika pasangan akan pergi, tidak untuk sementara namun selamanya.’ 

Jika mencari yang sempurna itu tidak akan pernah ada. Semua pasangan baik suami atau istri akan memiliki kekurangan. Justru kekurangan itu yang akan menjadi kelebihan bagi diri sendiri, kekurangan itu akan menjadikan diri lebih dewasa. Lalu, bersyukur dan merasa cukup adalah jalan satu-satunya untuk kembali menghargai apa yang telah saya miliki.

Be The Best Wife 

Seperti poin di atas, be the best wife. Setelah menikah, satu yang terlontar dalam pikiran saya adalah “terus apa sekarang? apa yang harus saya lakukan? saya harus bagaimana?.” Ya, mungkin itu adalah salah satu nikmat setelah menikah. Ketika menikah dapat menyempurnakan separuh agama, lalu saya hanya perlu menyempurnakan  separuhnya lagi. Karena saya muslim, maka saya belajar untuk menjadi istri yang sholihah.

Banyak tugas yang harus saya kerjakan untuk menjadi istri yang sholihah. Walaupun sudah berhijab, menutup aurat, tapi semua tidak akan bisa sempurna. Karena, sebagai muslim saya meyakini bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Ketika saya berpikir, bahwa semua tanggung jawab seorang Ayah telah berpindah ke suami saya, maka ini merupakan tanggung jawab saya juga sebagai seorang istri. Saya harus mampu menjaga martabat, tidak hanya diri sendiri namun ini menyangkut keluarga. Kalau dengan menikah saya sudah menyempurnakan separuh agama, maka kini saya perlu belajar mengembang amanah sebagai seorang istri.

Memuliakan suami dengan menutup aurat menurut saya adalah sebuah kewajiban bagi wanita muslim. Tidak hanya suami, saya pun juga dapat menolong ayah di hari akhir nanti. Jika, dengan menikah saya sudah menyempurnakan separuh agama, maka sisa nya saya hanya perlu belajar lebih banyak lagi akan ilmu agama. Tentu, sesuai dengan apa yang ada dalam kitab Al-Qur’an. Saya tidak mau melenceng dari apa yang sudah pasti ada dalam kitab Al-Qur’an, bahkan saya tidak perlu menanyakan lagi dengan yang ada.

Kehidupan sesudah menikah, memiliki banyak kenikmatan. Nikmat bisa saling mencintai, bertatap mata dengan pasangan, bercanda tawa dengan nikmat pahala. Bukan berarti saya tidak tahu bahwa hidup tidak akan selamanya indah, namun bagi saya bersyukur adalah kunci utama. Apa yang ada sekarang, merupakan jalan terbaik yang telah Allah SWT berikan pada saya. Entah saya akan kuat atau tidak jika dihadapkan oleh tantangan baru dalam hidup, maka saya yakin itu lah kehidupan di dunia. Selalu akan ada ujian hingga nikmat untuk naik ke tahap selanjutnya.

Intinya, setelah menikah apa lagi yang dicari selain menambah pahala, memperbaiki agama dan pribadi sebagai bekal di akhirat kelak. Memang agak berat pikiran saya tentang poin ini bagi sebagian orang, namun ini lah yang saya rasakan. Kini, saya hanya perlu memberikan yang terbaik bagi suami, untuk mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

Kehidupan setelah menikah dapat mendewasakan diri. Sebelum tidur, saya berpikir bahwa setelah ini hidup saya akan jauh berbeda. Masak air hingga membuat sarapan saja, tidak hanya untuk saya namun suami juga. Sudah mulai harus memikirkan biaya yang tidak terhingga, ibarat 500 Rupiah saja harus dihitung.

Bagi saya, kehidupan setelah menikah itu penuh dengan kenikmatan yang hanya dapat dirasakan secara langsung. Seperti memulai kehidupan yang baru yang penuh kasih. Jangan pernah berhenti berdoa, percaya satu hal dan yakin bahwa Allah SWT sebaik penolong dan pelindung.

Review; Recently Skin Care Product

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.50 AM
Photo By Shintria

Update kali ini tentang review skin care product . Udah lama mau nulis ini, sampai salah satu produknya sudah hampir habis. Pokoknya saya masih amaze sama produk perawatan kulit yang sedang dipakai. Alhamdulillah ternyata cocok dengan kulit saya yang terbilang sensitif.

Sebelumnya, saya akan cerita tentang awal mula hingga perkembangan kulit saya. Yap,  saat memasuki masa pubertas, kulit wajah saya mendadak timbul bintik halus. Dibilang white heads, hmm I don’t think so but terlihat sama. Ada yang bilang ini jerawat batu atau bintik yang berisi lemak. Merasa terganggu, akhirnya saya ke klinik kecantikan lalu mencoba perawatan. Akhirnya bintik putih pada wajah saya dibersihkan dengan laser. Tidak ada rasanya, hasilnya cukup baik. Bintik di wajah bagian T-Zone saya hilang, namun tidak semua. Bahkan dokter pun mengatakan bahwa bintik ini akan muncul kembali, maka harus dilakukan perawatan rutin. Tentu ini akan menguras isi dompet, alhasil menyerah karena tidak mampu hehe.

Lalu, saya mendapat rekomendasi klinik kecantikan yang terjangkau. Alhamdulillah saya cocok dengan klinik yang kedua ini. Tapi, namanya perawatan wajah pasti tidak bisa lepas dari produk klinik tersebut. Katakan lah saya tidak memakai night cream, esok hari nya kulit wajah saya akan terlihat kusam. Apalagi jika tidak melakukan perawatan rutin, lagi-lagi bintik di wajah saya timbul.

Akhirnya, saya coba untuk melakukan perawatan rutin 1x dalam sebulan. Setidaknya saya ingin membuat bintik putih di wajah saya menghilang sedikit demi sedikit. Hasilnya cukup memuaskan, bintik di wajah saya sudah hilang jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Namun, saya berfikir bahwa tidak selamanya bisa bergantung dengan perawatan di klinik atau produk kecantikan dari dokter. Terlepas dari itu semua, saya melihat produk kecantikan dari korea. Entah kenapa saya merasa yakin akan cocok, jadi lah saya membelinya. Perlahan saya lepas dari krim dokter dan mulai menerapkan skin care routine ala ala Korea. Berikut adalah review mengenai beberapa Korean skin care yang sedang saya pakai:

SENKA Perfect Whip Facial Foam

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.44.42 AM
Photo By Shintria

Masih belum bisa move on  dari sabun cuci muka yang satu ini. Berawal hadiah teman suami dari Jepang. Tanpa disangka cocok, hingga kaka saya pun merasakan hal yang sama. Facial foam ini ya memang foamy gitu, lembut di wajah .Dapat membuat kulit wajah saya menjadi lembab dan kenyal (jelly kali kenyal). Pokoknya ini masih menjadi sabun cuci muka terbaik untuk saya.

Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.52 AM (1)
Photo By Shintria

Jujur waktu nentuin antara AHA/BHA agak bingung. Udah baca-baca juga masih enggak ngerti perbedaanya, sekaligus engga tahu kulit saya cocok yang mana. Alhasil, saya pilih toner Cosrx AHA/BHA yang dimana kedua kandungan tersebut ada di dalamnya. Dari yang saya baca, toner ini mampu mengatasi komedo, jerawat, meremajakan kulit, hingga menjadi flawless. Ternyata, bener aja dong cocok di kulit wajah saya. Entah berlebihan atau gimana, produk ini berkerja dengan cepat (dengan pemakaian teratur). Setiap ngerasa kulit udah mulai kusam, saya pakai ini. Perlahan bintik di wajah menghilang, emang sih engga 100% mulus juga. Selain itu kalau ada bekas jerawat atau luka, entah kenapa lama-lama kering, mengelupas, terus hilang dengan sendirinya.

Saya pakai toner ini sehabis cuci muka, sebelum tidur. Semprotkan pada kapas, lalu saya tap tap terkadang saya tekan sedikit pada bagian bintik atau luka yang sudah agak mengering.

Cosrx Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.49.31 AM
Photo By Shintria

Waktu lihat produk ini di internet, sebenarnya agak ragu. Antara engga paham sama ovenight mask dengan masker biasa hehe maklum awam. Selain itu cari-cari review produk ini kok jarang. Soalnya waktu itu saya membutuhkan produk perawatan kulit untuk malam hari, karena kondisi kulit saat itu sangat kering dan kusam. Menurut saya buat merawat kulit wajah cocok pada malam hari sewaktu tidur. Akhirnya dengan penuh keyakinan saya pilih Cosrx Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask. Yap, ternyata ini pilihan yang tepat untuk memperbaiki kulit saya yang kering. Diperkaya dengan kandungan 85% bee propolis dan royal jelly, jadi mampu membuat kulit lembab.

Seperti biasa saya pakai ini setelah toner, sebelum tidur. Saya ratakan pada wajah, seperti memakai masker pada umumnya. Hanya saja, overnight mask ini dapat saya pakai pada waktu yang panjang di malam hari, tidak hanya 10-15 menit lalu bilas. Hasilnya pun bisa saya rasakan di pagi harinya.

Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM
Photo By Shintria

Nah, produk yang satu ini memang happening. Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel yang katanya bisa membuat kulit menjadi lembab. Sensasi dinginnya memang menyegarkan. Tapi, sayangnya produk ini tidak terlalu efektif di kulit wajah saya jika dibandingkan dengan Cosrx Honey Overnight Mask. Namun, boleh lah untuk melembabkan baik kulit tangan maupun kaki. Contoh, seperti bagian dengkul yang suka menghitam dan kering. Sejauh ini sih soothing gel dengan kandungan aloe vera ini mampu menghilangkan hitam pada kulit bagian dengkul.

Aloe vera soothing gel ini menjadi selingan jika sedang malas melakukan skin care routine. Setelah cuci muka sebelum tidur saya pakai soothing gel ini tipis pada bagian kulit wajah. Walaupun tidak terlalu memberikan efek, setidaknya kulit saya bisa lembab pada malam hari.

LUSH Mask Of Magnaminty

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM (2)
Photo By Shintria

Produk ini sudah saya tahu sejak lama. Saat suami masih di Jepang, dia memakai lush untuk membersihkan kulit wajah. Saat berada di Jepang pun saya melewati lush store, namun belum tertarik. Dari yang saya dengar, suami saya cocok saat memakai lush. Akhirnya saya penasaran lalu mencoba LUSH mask of magnaminty ini. Ternyata, saya jatuh hati pada produk ini saat pertama pemakaian.

Saat memakai masker ini, pertama saya merasakan kesegaran dari aroma peppermint. Semakin penasaran, saya coba memakai di wajah. Lalu, sensasi dingin yang menyegarkan membuat kulit wajah saya menjadi lebih relax. Sejauh ini kalau memakai masker wajah, saya belum mendapatkan efek yang signifikan.

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM (1)
Photo By Shintria

Namun, berbeda dengan LUSH mask of magnaminty ini, wow… kulit saya menjadi lebih lembut, kenyal, dan lembab. Selain itu saya juga merasa bintik di wajah menjadi mengecil. Kini saya menjadi rutin memakai masker ini sebelum tidur atau setelah memakai makeup selama seharian.

Well, Lush Mask of Magnaminty ini memiliki bahan utama Bentonite dan Kaolin Clay. Kedua bahan tersebut dapat menyerap racun, minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati. Lush memang terkenal dengan bahan-bahan alaminya, membuat saya tidak takut akan efek samping yang berlebihan.  Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa pakai masker ini secara rutin setidaknya satu minggu sekali. Tapi, kembali lagi semua tergantung kulit wajah masing-masing ya. 

Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.52 AM
Photo By Shintria

Sebelumnya, saya merasa kulit wajah yang cukup kering. Kulit wajah yang sedang tidak sehat disebabkan oleh lepasnya saya dari obat-obatan atau krim klinik kecantikan. Lalu, saya coba cari tahu skin care product apa yang cocok dengan kulit wanita Asia. Akhirnya, saya menemukan Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 ini, tentu dengan beragam review dari netizen hehe.

Akhirnya saya mencoba memakai produk ini setiap ingin pergi di pagi atau siang hari. Selain melembabkan, produk ini juga mengandung SPF 30 yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Pertama kali melihat teksturnya yang  mudah menyerap, semakin membuat saya merasa yakin. Yap, ternyata setelah saya pakai di wajah memang mudah menyerap walaupun terlihat seperti oily. Tapi, itu tidak terlalu penting ya bagi saya. Karena saya bisa tutupi dengan CC/BB/DD cream dan drying powder, sehingga minyak pun bisa menyerap. Sejauh ini sih saya masih merasa nyaman dengan produk ini.

Selain itu, produk ini mudah ditemukan di drug store Indonesia. Harganya juga cukup terjangkau jika dilihat dari segi pemakaian yang cukup irit. Bentuknya pun tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa saat sedang berpergian.

 

Selamat Tinggal Ibu Kota, Tanah Kelahiran

WhatsApp Image 2017-11-18 at 11.26.11 AM
Photo by Shintria M

Pengalaman berharga dalam hidup terntu tidak bisa dilupakan. Pengalaman terbaik, tentu akan menjadi pelajaran untuk diri sendiri ke depannya. Dari dulu memang sudah ada keinginan untuk tinggal jauh dari orang tua. Karena, sebagai anak terakhir harus bisa membuktikan bahwa saya tidak manja. Saya pikir, ketika saya jauh akan ada yang merindukan diri ini. Sekaligus saya mampu belajar banyak hal dari orang-orang baru di sekitar saya. Namun, hanya angan-angan semua, buat prakteknya cukup sulit. Secara saya anak terakhir yang tinggal bersama orang tua saya, terlebih kini sudah memasuki 25 tahun lamanya. Ada perasan tidak tega, gelisah dan takut saat harus meninggalkan orang tua di rumah. Alhasil keinginan tersebut selalu urung untuk dilakukan (semasa sekolah hingga kuliah).

Selalu terjadi seperti ini, setiap ada hal yang terlintas dipikiran entah kapan akan terwujud. Baru belakangan ini terpikir, ‘oh iya saya pernah ingin tinggal di luar Ibu Kota Jakarta.’ Setelah menikah, tugas saya sebagai istri adalah ikut dengan suami. Itu merupakan kewajiban menurut saya, kemana suami melangkah saya harus tetap mendampingi. Walaupun dari awal saya kenal suami dari kejauhan, namun ini berbeda. Kembali lagi ke tujuan awal, untuk membuktikan bahwa saya bisa mandiri.

Ya, walaupun berat meninggalkan Ibu Kota Jakarta. Dengan segala hingar bingarnya, seperti ada rasa benci namun cinta. Sulit untuk mengatakan bahwa tanpa drama perpindahan dari Ibu Kota Jakarta. Bagaikan rumah, jelas saya lahir di sini, besar dan tumbuh di Jakarta. Walaupun suka mengeluh, ya lagi lagi seperti benci untuk mencinta. Banyak hal yang tidak bisa saya temukan di tempat yang baru namun ada di Ibu Kota ini. Belum lagi sahabat DAHSYAT saya mereka hidup dan tinggal di Jakarta. Selalu ada haru, tangis, hingga kebahagiaan yang tercampur.

Menarik nafas sesaat, kembali mengingat bahwa hidup akan terus berjalan. Saya pernah minta seperti ini, maka Allah SWT mengabulkannya, entah kapan dan dimana semua disaat yang tepat.

Tinggal di tempat yang baru merupakan perkara yang tidak mudah bagi saya. Kembali saya harus beradaptasi, itu sangat sulit dan menyedihkan. Saya harus keluar dari zona nyaman selama ini. Dimana saya harus mengenali setiap detail lingkungan hingga karakter tiap orang. Apakah ini melelahkan bagi saya, tentu sangat melelahkan. Tapi, ini adalah resiko yang harus saya ambil. Semua keputusan selalu ada konsekuensi, lalu keluar nya saya dari zona nyaman akan menjadi pengalaman terbaik dalam hidup.

Suami sesekali bertanya, “kalau saya dipindah tugas ke pulau lain, apa kamu ikut?.” Dengan senyum dan tawa, jelas saya ikut. Di sisi lain ini menjadi tantangan bagi saya dan suami. Di tempat tinggal yang baru, sama-sama jauh dari keluarga, ya hanya kami berdua di sini.

Well, semua ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan hidup saya. 25 tahun cukup sudah besar dan tinggal di Ibu Kota Jakarta, tanah kelahiran. Kini saatnya saya berpamitan meninggalkan kenyamanan yang telah dibangun. Terima kasih Ibu Kota, tanah kelahiran. Akan selalu ada kenangan dalam tiap detik kehidupan yang saya lewati di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

Mungkin beberapa orang merasa ini berlebihan. Percaya lah, ada perbedaan antara hidup dengan orang tua, tinggal jauh setelah menikah, atau jauh karena pekerjaan (belum menikah). Memang sudah saatnya meninggalkan kenangan baik dan buruk, lalu berhijrah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tentu akan ada hal yang lebih bahagia menunggu saya dan suami di sana, di rumah baru kami. Di babak awal kehidupan kami, berdua.

Selamat tinggal Ibu Kota, tanah kelahiran

Shintria M.

 

 

Drama Dibalik Persiapan Pernikahan

CAM19561.JPG
Photo by @Wongakbarphoto

Hai, akhirnya saya bisa menulis tentang kisah selama mengurus persiapan pernikahan. Jujur, saya merupakan pribadi yang pendiam. Dibilang banyak mau sih tidak, tapi ada beberapa hal yang membuat saya ingin memilikinya. Ya.. intinya saya pribadi yang sewajarnya saja lah. Awal berkenalan dengan suami, kami sering membicarakan perihal pernikahan. Yap, salah satunya tentang impian pernikahan itu seperti apa. Tidak ingin selalu dipandang baik, saya hanya ingin menikah dengan cara yang sederhana. Balik lagi, karena saya ingin benar-benar khusyuk dan menekankan arti sebuah pernikahan itu sendiri. Namun, rezeki berkata lain bahwa saya dipertemukan dengan seorang pria dengan profesi yang istimewa. Pernikahan kami tidak bisa hanya sekedar akad, namun harus ada prosesi upacara.

Dengan adanya upacara tersebut, maka pernikahan kami harus memakai resepsi. Seperti yang ada dipikiran saya saat itu, resepsi biasa saja lah sederhana. Saya juga tidak ingin memberatkan orang tua. Teguh dalam hati selalu berkata, ya yang biasa-biasa saja. Dari bertemu dengan beberapa orang selalu berkata “kalau nanti nikah, inget abis nikah itu banyak kebutuhannya, kalau bisa jangan terlalu mewah.. sayang.” Kalimat yang banyak orang-orang sampaikan ke saya sebenarnya sudah tertanam sejak saya kecil.

Seiring berjalannya waktu, diawali dengan acara lamaran pada bulan November 2016. Saat itu persiapan lamaran hanya 1 minggu, bayangkan gimana tidak bingung. Saya yang cukup tenang, ya tetap bingung tidak tahu harus mulai dari mana. Setelah saya resmi menjadi calon istri, saya mulai dari tahap pertama mencari referensi.

 

Saya benar-benar tidak ingin merepotkan orang tua dan keluarga besar. Karena, sering kali saya lihat keluarga tidak dapat menikmati acara pernikahan. Selain itu, resepsi pernikahan dengan upacara tentu tidak bisa sembarangan. Baiklah, saya mulai mencari jasa wedding organizer. Saya dipertemukan dengan 3 WO, entah kenapa saya tertarik dengan salah satunya yaitu Chandira.

Lagi-lagi tidak ada yang kebetulan, saya melihat Chandira cukup sukses saat menangani pernikahan dari banyak klien. Saya cari tahu baik dari instagram, youtube dan lain-lain. Dengan penuh keyakinan, akhirnya saya memilih Chandira. Alhamdulillah, pertemuan pertama yang sangat baik.

Waktu itu saya dan keluarga ingin mengadakan akad nikah pada hari jumat di masjid dekat rumah. Saya tidak berpikir panjang bahwa mengadakan acara dua kali bisa membuat keluarga khususnya saya menjadi lebih melelahkan, selain itu juga over budget baik dari catering, photography & videography, dekorasi dan vendor lainnya. Chandira sebagai wedding organizer memiliki pengalaman baik buruknya saat mempersiapkan pernikahan para klien. Dengan begitu saya yakin, Insyaa Allah ini adalah pilihan terbaik saya.

Selain menentukan WO mana yang pas di hati. Saya juga mencari-cari venue yang pas untuk menikah. Saya lebih tertarik dengan gedung yang memakai karpet, kenapa? karena dengan adanya karpet dekorasi akan terlihat mewah. Dari beberapa pilihan gedung, jatuh lah hati saya pada Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah. Menikah di Jakarta sendiri butuh waktu 1 tahun untuk mendapatkan gedung yang kosong. Akhirnya ada tanggal yang pas dan di hari Sabtu.

Setelah gedung dan pilihan WO jatuh pada Chandira, di situ lah kami mulai berkerja. Saat itu semua diawali dari budget yang saya dan suami sepakati. Lalu kami berdiskusi dengan Chandira. Alhamdulillah, Chandira sebagai WO memberikan saya paket yang menurut saya sudah pas.

Mengenai hal kecil lain seperti undangan pernikahan. Saya dan suami mempercayakan kepada salah satu sahabat saya sejak duduk di bangku kuliah. Kebetulan suami dari teman saya memiliki usaha dibidang percetakan. Selain bisa dapat harga teman, kayaknya enak kalau minta buat ini itu. Buat undangan itu juga seperti revisi skripsi loh, dari penulisan gelar, nama, nama orang tua, dan lain-lain. Jangan sampai undangan yang nggak cocok merusak momen kebahagiaan. Akhirnya setelah banyak revisi, jadi lah undangan sesuai dengan yang saya inginkan.

 

Ketika semua berjalan, namanya orang mempersiapkan pernikahan itu pasti ada DRAMA. Dulu, saya dan suami selalu mengatakan bahwa drama persiapan pernikahan itu bisa kami hiraukan. Ternyata, tidak semudah itu.. Bagi saya, rasanya itu seperti PMS tingkat sensitifitas meningkat tajam. Bagaimana tidak, saya dan suami harus menyatukan dua keluarga yang dimana tiap keluarga memiliki pemikiran yang berbeda. Kira-kira saya mengalami drama itu hingga H-7 pernikahan, luar biasa ya.

Tapi, syukur lah Chandira cukup membuat saya tenang. Saat awal pertemuan kami, saya diberi tahu bahwa calon pengantin sangat mempengaruhi kelangsungan acara. Calon pengantin harus manut, sabar dan jangan lelah untuk berdoa. Percaya tidak percaya, tapi saya sih percaya ya gimana dong. Karena, saya merasa bahwa saya dan suami adalah pemangku hajat. Akhirnya, setiap rasa ingin marah karena ada hal yang tidak cocok lebih baik saya lampiaskan ke sebuah tangisan. Pokoknya benar-benar seperti PMS, nggak bohong.

Kalau orang lihat sih ya saya seperti senang-senang saja, tenang, tapi kalau boleh jujur sih pusing juga hehe.. Namun semua tetap harus bersyukur dan menikmati setiap prosesnya.

Selalu ada ego di tiap hati seseorang, termasuk saya. Maka dari itu baik saya dan suami saat itu benar-benar saling menguatkan. Alhamdulillah, suami berlaku adil dan selalu memberikan energi positif. Setiap ada badai kecil dalam persiapan pernikahan, selalu kami imbangi dengan tawa dan canda. Ya, karena kami sebelumnya sudah antisipasi pasti akan ada hal yang tidak mengenakan.

Dengan berjalannya waktu, pernikahan tinggal di depan mata. Rasanya tidak percaya, sungguh tidak percaya. Seserahan cukup sederhana saja, coba untuk memikirkan bahwa mneikah itu lebih baik memudahkan.

Pada technical meeting, semua dijelaskan dengan begitu sederhana. Saya kan orangnya ‘iya iya aja’ haha karena ya tidak mau ambil pusing lah daripada riasan saya berantakan haha (ngaruh lho). Dekorasi dan catering yang membuat saya penasaran. Dekorasi saya hanya bisa lihat dari foto-fotonya saja, sedangkan catering saya cukup merasakan makanannya saat test food. Namun, tidak tahu kan apakah cukup atau tidak. Lagi-lagi semua harus Bismillah dan ikhlas.

Lalu, apa yang terjadi.. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Baju akad nikah saya muat (karena berat badan naik), acara berjalan khusyuk dan cepat. Kejutan apalagi yang saya dapat? Ya, saya puas dengan tim persiapan upacara dari angkatan suami saya yang kompak. Baju untuk resepsi saya dengan begitu mewah, tamu yang tidak begitu sesak dan terlihat nyaman mengikuti acara resepsi pernikahan. Saya tidak bisa bilang bahwa acara ini sukses, karena semua itu persepsi. Namun, melihat tamu yang puas dengan respon yang baik, Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan mudah.

Apa yang dikhawatirkan orang tua selama ini terbayar sudah. Yap, saat resepsi berlangsung makanan cukup dan enak. Para tamu yang saya tanyakan selalu bilang bahwa merasa nyaman, tidak antri dan piring kotor tidak ada yang berserakan. Lagi dan lagi saya bersyukur.

Bukan kemewahan yang saya cari, tapi dengan melihat tamu yang menikmati acara sungguh membuat saya bahagia. Setidaknya saya bisa membuat orang tua saya lega, tidak perlu pusing-pusing saat acara berlangsung.

Intinya, sebagai calon pengantin itu harus ikhlas, sabar dan banyak berdoa. Ada masanya merasa lelah, itu sudah pasti ada, tapi jangan menyerah. Ingat bahwa menikah itu yang dicari pahalanya, bukan kemewahan acaranya. Jika acara terlihat begitu mewah, anggaplah itu bonus dari Allah SWT.

Memang benar apa yang dikata orang bahwa “ya.. momen setahun sekali.” Benar sekali, saya akhirnya setuju dengan anggapan tersebut. Karena, ketika pesta pernikahan yang dianggap sukses sangat sulit dilupakan. Saya dan suami rasanya ingin mengulang lagi, eh tapi uang dari mana ya hehehe…

Love,

Shintria M