Hi, Migraine Aura

Hi,

Waktu itu. masih kelas 3 SD. Pertama kali, saya bertemu dengan kamu. Ya, pertama kali saya merasakan ada yang tidak beres pada penglihatan, hingga menimbulkan rasa sakit kepala yang hebat. Rasa sakit kepala sebelah, membuat saya menjadi serba salah. Melihat cahaya, menjadi bias, mendengar suara, semakin dan semakin membuat saya cukup menderita. Tidak hanya sampai situ, kamu membuat saya merasa mual. Kamu, selalu datang di saat yang tidak tepat. Di pagi hari, selalu pada pukul 09.00 dan berakhir pada angka 12.00 siang. Akhir yang membuat saya lega, penglihatan menjadi normal, cerah, mood kembali, namun…. kok kamu bisa membuat saya merasa jauh lebih lelah dan mengantuk ya.

Kamu tahu, kamu selalu datang dalam jangka waktu yang panjang. Membuat saya yakin seakan kamu bukan penyakit langganan. Hingga pada beberapa bulan selanjutnya, kamu datang kembali di waktu yang tidak tepat, ya.. saat Idul Fitri. Bayangkan, bagaimana saya harus menangani kamu yang bisa membuat rasa sakit. Seakan kamu tidak tahu, bahwa Idul Fitri adalah hari penuh kebahagiaan.

Pada akhirnya, ketika menginjak usia 25 tahun saya mencoba mencari tahu sendiri melalui internet dengan kata kunci “migraine.” Akhirnya, ada kecocokan pada penyakit yang satu ini, ya saya terkena migraine aura. Selanjutnya, saya mencoba konsultasi ke dokter mengenai kamu, migraine. Dokter pun berkata benar, saya terkena migraine aura. Sayangnya, kamu tidak bisa pergi selamanya dari hidup saya. Kamu hanya bisa pergi sementara, itu juga jika kamu datang dan lagi lagi membuat rasa sakit.

Dokter bertanya kepada saya, apakah saya tidur terlalu malam? Tidak. Kembali ia bertanya, apakah saya mengkonsumsi kafein? Tidak. Pertanyaan terakhir, apakah saya stres? 50:50, saya tidak bisa memastikan. Karena stres pun suka datang secara tiba-tiba 🙂 namanya juga hidup.  Akhirnya, dokter hanya memberikan saya obat pereda nyeri. Saya tahu, solusi terbaik adalah olahraga teratur dan pola hidup yang sehat sehingga dapat terhindar dari stres.


Semenjak saya tahu, bahwa selama ini saya berurusan dengan migraine aura. To be honest, membuat saya cukup lega. Setidaknya, saya tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Banyak di sini yang tidak tahu bahwa ada 3 jenis migraine, diantaranya:

  • Migraine tanpa aura, yaitu sakit kepala tanpa adanya gejala. Migraine ini dapat didiagnosis setelah pengidap mengalami migraine jenis ini sebanyak 5 kali.
  • Migraine dengan aura, yaitu sakit kepala yang diawali dengan tanda-tanda pada penglihatan. Seperti ada kilatan cahaya, kekakuan pada leher, hingga adanya rasa seperti kesemutan pada anggota tubuh. Migraine ini merupakan migraine klasik yang hanya sepertiga pengidap migraine merasakan hal ini.
  • Aura migraine tanpa sakit kepala, dimana pengidap mengalami aura (tanda-tanda aura di atas) tanpa adanya sakit kepala (source)

Migraine aura sering kali datang di waktu yang tidak tepat. Membuat saya terpaksa membatalkan janji, tidak bisa beraktivitas atau tetap menjalankan aktivitas namun harus merasakan sakit kepala sebelah yang semakin parah. Rasa sakit kepalanya seperti berdenyut, namun tidak bisa reda hanya dengan pijatan. Jika, migraine aura sudah menyerang, maka saya langsung masuk ke dalam ruangan entah itu kamar, matikan lampu, jauhkan diri dari cahaya dan suara. Sebisa mungkin berusaha tenang, selanjutnya menikmati rasa mual dan sakit kepala yang hebat. Biasanya, fase aura ini akan muncul sekitar 60 menit, selanjutnya akan ada sakit kepala sebelah, disusul dengan mual. Kurang lebih saya merasakannya hingga 3 jam, sampai sakit kepala mereda sendiri.

Migraine aura
Source pinterest

Ada empat fase yang kemungkinan terjadi sebelum munculnya migrain:[3]

  1. Prodromal, terjadi beberapa jam atau beberapa hari sebelum sakit kepala menyerang
  2. Aura, yang muncul tepat sebelum serangan sakit kepala
  3. Fase rasa sakit, juga disebut fase sakit kepala
  4. Postdromal, efek yang dialami setelah serangan migrain berakhir (source)

Lalu, apa yang saya rasakan sekarang sebagai pengidap migraine aura? Ya, saya merasakan trauma jika melihat cahaya, seperti ada rasa cemas jika migraine tersebut akan muncul kembali. Saya merasa tidak nyaman jika terpapar cahaya terlalu terang (fotofobia), seperti cahaya lampu kendaraan pada malam hari. Saya selalu mengeluhkan bahwa cahaya lampu mobil orang lain seperti terang sekali, sehingga mengganggu penglihatan saya. Selain itu, saya merasa mudah mual dan sakit kepala, lebih sensitif terhadap bau. Tidak hanya itu, karena migraine aura ada hubungan dengan hormon, maka mood saya mudah naik turun.

Migraine aura 2
Source pinterest

Berdasarkan sebuah ikhtisar yang mengatakan, “Sebagian pasien secara ganjil tiba-tiba merasa segar atau senang bukan main setelah serangan, sementara sebagian yang lain merasakan depresi dan gelisah.” source

Kini, saya coba untuk menghindari obat-obatan. Belakangan ini, saya mencoba untuk menahan rasa nyeri sakit kepala tanpa obat. Lalu, saya coba melakukan aktifitas seperti biasa. Namun, ternyata saya belum sanggup, setelah migraine menyerang sebaiknya saya beristirahat. Selain itu, semakin saya menahan rasa sakit akibat migraine, intensitas rasa sakitnya semakin meninggi. Sekarang, saya mencoba untuk mengkonsumsi apple cider vinegar dan madu uray. Juga, mencoba berbagai ramuan herbal lainnya. Selain bertujuan untuk memperbaiki kesehatan, saya juga berikhtiar untuk program hamil ^mohon doanya 🙂

Mungkin, ada yang merasakan hal yang sama seperti saya? boleh berbagi di kolom komentar 🙂

Advertisements

Weekly Thoughts: Makeup and Skin Care Shared in Jar? Worth it or Not?

Hallo.. apa kabar? Seneng deh, belakangan ini lagi ada minat untuk menulis dan berbagi hihi. Kali ini mau membahas tentang tren mengenai Makeup and Skin Care shared in jar. Sebenarnya apa sih maksudnya? Nah, kalau saya pribadi sih baru tahu ya mengenai tren yang bisa menjadi usaha khususnya bagi para wanita. Hmm.. sebenarnya tren atau inovasi ya? Ah, entah lah yang jelas ini salah satu hal yang kreatif menurut saya.

Makeup dan skin care shared in jar adalah membagi baik itu makeup atau skin care dalam beberapa jar dengan ukuran yang kecil. Tentu dengan ukuran yang kecil, harganya juga jauh lebih murah. Balik lagi dong bahwa ada harga ada barang hehe.

Menurut pantauan saya, bisnis ini dapat dibilang inovatif dan kreatif. Kenapa?!! karena, saya sendiri merasakan manfaatnya. Seperti, banyak makeup atau skin care yang sebenarnya tidak harus dipakai setiap hari, menurut saya pribadi sayang kalau sudah beli 1 botol dengan harga yang cukup mahal. Selain itu, jarang ada makeup yang menawarkan trial kit seperti skin care. Dengan adanya shared in jar ini setidaknya dapat membantu saya untuk sekedar coba-coba (misalnya; skin care atau makeup) apa sih  yang cocok, enak nggak ya saat dipakai dan lain sebagainya.

Sejauh ini saya baru membeli satu kali shared in jar yaitu COSRX BHA Blackhead Power Cream, COSRX Galactomyces 95 Whitening Essence dan COSRX Galactomyces Alcohol Free Toner. Alasan saya membeli ketiga nya karena awalnya ingin mencoba, kedua kalau COSRX BHA Blackhead Power Cream ini tidak untuk pemakaian sehari-hari, selain itu untuk COSRX sendiri sejauh ini belum ada produk dalam bentuk trial kit. Setelah saya rasa cocok, nah baru deh saya repurchase dengan yang utuh.

Mungkin banyak yang masih ragu dengan konsep shared in jar ini, begitupun dengan saya. Awalnya saya juga merasa ragu, namun sebelum membelinya perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Lihat review beberapa online shop yang menjual produk baik makeup atau skin care dalam bentuk shared in jar. Kalau saya biasanya melihat review dari para beauty vlogger, kadang kan mereka suka menjadi endorsement. Saya yakin sih para beauty vlogger tidak asal dalam memilih online shop.
  2. Setelah menemukan online shop yang menjual produk dalam shared in jar, sebaiknya pastikan asli atau tidaknya. Caranya, baca komentar para netizen hehe.. lihat jumlah followers, hingga intensitas online shop ini pada sosial media-nya. Sekarang sudah ada insta story, dari situ biasanya para online shop memakai untuk berinteraksi dengan para followers.
  3. Be smart buyer ya sis.. dalam arti kata jadilah pembeli yang pintar. Kan sudah dijelaskan di bio, kalau mau tanya-tanya produk bisa lewat kontak yang sudah disediakan. Kalau tanya lewat komen belum tentu dibaca apalagi dibalas, bayangin saja yang komen kan bukan satu dua orang. Selanjutnya, sebelum beli cek harga produk yang dijual, kalau jadi dalam bentuk jar masuk di akal atau tidak. Balik lagi, be smart buyer.
  4. Menurut saya, sebaiknya beli produk makeup atau skin care bukan untuk pemakaian sehari-hari (jika ingin beli dalam bentuk shared in jar) Misalnya; seperti obat jerawat, concealer, masker dengan expired date yang singkat, atau skin care dengan jenis exfoliating.
  5. Yakin dan Bismillah kalau semua produk yang dibagikan dalam bentuk shared in jar adalah asli 🙂 kalau tidak asli, yakin kan dalam hati “untung beli yang shared in jar” haha *peace

Worth it or not?

Kalau menurut saya sihworth it. Balik lagi, ini menurut saya pribadi loh. Karena, konsep penjualan skin care atau makeup dengan shared in jar ini membantu saya, khususnya dari segi harga ya. Kadang suka berfikir, butuh banget skin care tersebut tapi harga nya mahal, tapi butuh.. lalu galau.. makin kusam wajahnya. Nah, kalau ada shared in jar ini bisa membantu dikala keuangan tidak mendukung. Selain itu dapat meyakinkan saya akan sebuah produk makeup atau skin care, cocok atau tidaknya. Kalau beli dalam bentuk shared in jar, ternyata tidak cocok kan jadi tidak merasa rugi. Di sini bukan soal pelit atau perhitungan, cuma suka nyesek saja gitu sudah beli mahal-mahal ternyata enggak cocok. Kalau pun mau dijual lagi, belum tentu ada yang mau.

Sah-sah saja jika ingin membeli dalam bentuk yang utuh. Menurut saya, pastikan kembali tanggal kadaluarsa. Soalnya, berdasarkan pengalaman pribadi saat saya membeli Lush mask of Magnaminty *ugh sedih* ternyata masa kadaluarsa nya cepat, lalu isinya masih banyak, alhasil terbuang begitu saja.. Maksudnya ‘cepat’ yaitu dilihat dari sisi kegunaan produk ya, kalau masker atau skin care dengan exfoliating saya pribadi tidak pakai dalam jangka waktu yang saling berdekatan. Apalagi dengan makeup seperti foundation, kadang saya pakai hanya untuk acara-acara resmi.

Kalau menurut kamu, worth it or not mengenai makeup dan skin care dengan shared in jar?

First Impression: LANEIGE Water Bank Trial Kit

Hallo, kali ini saya akan memberikan kesan pertama atau first impression mengenai produk skin care yang cukup terkenal ini. Yap, LANEIGE merupakan produk perawatan kecantikan dari Korea. Dengan konsep sparkling beauty, LANEIGE  menerapkan sistem water science dimana air dapat membuat kulit wanita menjadi lebih berkilau. Selain itu dengan teknologi air ini, LANEIGE menyadari bahwa air berperan penting dalam kelembaban kulit serta anti penuaan.

Seperti kebanyakan wanita pada umumnya, saya pun ingin memiliki kulit yang cerah, lembab, dan berkilau bak artis Korea hehe. Maka dari itu, saya mencoba untuk membeli salah satu produk LANEIGE yaitu LANEIGE Water Bank Trial Kit. Dengan bentuknya yang kecil, LANEIGE Water Bank Trial Kit ini berisi 4 items yang diantaranya adalah water bank essence_EX, water bank gel cream, moisture cream, eye cream. Saya membeli LANEIGE Water Bank Trial Kit ini di salah satu online shop. Untuk coba-coba sih sebenarnya enggak masalah, karena harganya masih masuk di akal sih. Secara, LANEIGE termasuk high brand dengan harganya yang tidak biasa hehe. Tapi, dengan harga yang tidak biasa tersebut dapat membuat kulit wajah lebih terawat, who knows?

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

LANEIGE Water Bank Essence _EX memiliki beberapa kandungan di dalamnya, diantaranya:

  • Hydro Ion Mineral Water yang dapat meresap jauh ke dalam kulit, sehingga mampu menghidrasi kulit dan memperbaiki kerusakan
  • Ekstrak tillandsia dengan kaya akan betaine, mampu menyeimbangkan kelembaban optimum kulit
  • Ekstrak biji kuinoa dan mineral ion yang dapat memberikan kelembaban kulit secara langsung, sehingga kulit menjadi lembut dan halus (source)

FIRST IMPRESSION

Jujur, saya sangat excited untuk mencoba LANEIGE Water Bank Trial Kit. Apalagi mengingat bahwa Song Hye-Kyo pernah menjadi brand ambassador LANEIGE. Angan-angan ingin memiliki kulit wajah bersih, bersinar bak artis Korea. Akhirnya, saya mencoba produk ini sesuai dengan urutan. Oia, sebelumnya kulit saya ini cenderung kering dan berminyak, mungkin bisa disebut dengan kombinasi.

2018-04-05 11.29.33 1.jpg
Photo by Shintria

Pertama, sebelum tidur saya selalu mencuci muka dengan bersih. Jika setelah ada kegiatan, biasa saya gunakan water cleanser setidaknya untuk membersihkan bedak pada wajah. Setelah itu, saya ratakan water bank essence_EX pada seluruh wajah. Kedua, setelah meresap selanjutnya saya menggunakan gel cream pada seluruh wajah. Pada bagian selanjutnya, saya ratakan moisture cream pada seluruh bagian wajah. Step terakhir ratakan water bank gel eye cream pada kantung mata.

Nah, saat pemakaian pertama saya sudah cukup jatuh cinta. Sesuai dengan konsepnya yaitu water bank, maka produk ini akan mudah menyerap pada kulit. Selain itu teksturnya juga cair, ya seperti air. Saya merasakan kulit menjadi lebih tebal, ini saat awal pemakaian ya, belum dalam semalam. Pokoknya saya merasa yakin akan cocok dengan LANEIGE Water Bank ini.

Ternyata, kulit saya yang terbilang manja ini tidak cocok dengan LANEIGE Water Bank. Padahal secara keseluruhan saya menyukainya, bayangkan baru awal pemakaian saja kulit sudah terasa kencang, seperti tebal gitu hehe. Setelah dua kali pemakaian memang kulit saya terasa lebih hydrated sih, cuma…. timbul semacam bintik dan bentol kecil tanpa gatal huhu. Sedih sih, karena saya berharap bisa cocok dengan LANEIGE. Tapi, saya ingin mencobanya lagi suatu saat, mungkin saat itu hormon saya sedang tidak baik (tetep usaha) hehe.

Sekarang, LANEIGE official store sudah tersedia di Indonesia lho. Jadi, sudah tidak perlu sulit lagi bagi Anda yang ingin membeli LANEIGE. Kalau ini kan first impression berdasarkan kulit saya secara pribadi ya, mungkin saja di kulit Anda bisa cocok. Semua kan kembali lagi kepada kulit masing-masing. Akhirnya, sekarang saya hanya berani menggunakan Water Bank Gel Eye Cream dari LANEIGE, lumayan kan.. hehe..

***

Water Bank Ingredients

Water, Glycerin, Butylene Glycol, Glycereth-26, Cyclopentasiloxane, Hydrogenated Poly(C6-14 Olefin), Dimethicone, Limnanthes Alba (Meadowfoam) Seed Oil, Tribehenin, Cyclohexasiloxane, Chenopodium Quinoa Seed Extract, Magnesium Sulfate, Zinc Sulfate, Manganese Sulfate, Calcium Chloride, Ascorbyl Glucoside, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Tillandsia Usneoides Extract, Ceratonia Siliqua (Carob) Fruit Extract, Dimethiconol, Betaine, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Ethylhexylglycerin, Isopropyl Palmitate, Carrageenan, Phenyl Trimethicone, Propylene Glycol, PCA Dimethicone, Hydrogenated Lecithin, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance (Source)

 

REVIEW: COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner & COSRX Ultimate Moisturizing Honey

Hallo..

Setelah lama tidak menulis, akhirnya kembali menulis. Semoga setelah ini bisa lebih giat lagi berbagi informasi dari blog ini. Sejauh ini masih belum bisa konsisten nih dengan penggunaan ‘aku’, ‘kamu’, ‘saya’ atau ‘gue’. Hmm.. sepertinya lebih nyaman pakai ‘saya’ ya.. So, what are you waiting for?

Kali ini saya akan kembali membuat review tentang skincare andalan. Awalnya saya mengetahui merk skincare ini hasil dari pencarian di internet. Menurut kata hati, skincare ini cocok untuk kulit saya yang terbilang sensitif. FYI sebelumnya saya akan jelaskan akan kondisi kulit wajah saya. Pada T Zone berminyak, sehingga menimbulkan bintik besar, entah whiteheads atau bukan. Dulu, langkah awal yang saya lakukan yaitu menghilangkan bintik tersebut dengan laser. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit menghilang. Namun, dokter kulit kembali memberi tahu bahwa bintik tersebut akan kembali muncul. Sejauh ini penjelasan yang saya dapat belum memuaskan. Tapi, bisa saja ada pengaruh dari minyak yang lebih atau terlalu kering. Akhirnya, saya pindah dokter dan menjalani perawatan secara rutin. Ya, hasilnya memang jauh membaik. Namun, saya merasa kok kayaknya kelewat putih ya haha. Lalu, saya juga merasa ketergantungan terhadap skincare dari klinik kecantikan tersebut.

Alhasil, saya memutuskan untuk meninggalkan perawatan dokter. Jujur, saya masih merasa takut untuk mencoba skincare lain. Namun, dengan rasa percaya diri saya coba salah satu produk skincare dari korea ini. Dari berbagai penelurusan sih, banyak yang cocok ya dengan produk ini.

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

COSRX, dari nama produknya memang cukup unik. Dari desain produk juga membuat saya penasaran, simple gitu. Akhirnya setelah bingung karena ada AHA dan BHA, ini itu bla bla.. (perawatan skin care Korea itu bisa lebih dari 3 step) saya memilih Cosrx AHA/BHA toner dan Ultimate Moisturizing Honey.  Alasan saya memilih kedua produk tersebut karena kondisi kulit wajah yang saat itu sedang kering. Berharap juga bisa meringankan bintik pada wajah.

Saya sudah pakai dua produk ini kurang lebih selama 6 bulan. Kalau kulit saya lagi ‘manja’, dua produk ini sangat membantu saya sih.  Berikut saya lampirkan deskripsi mengenai Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner ini ya.

COSRX AHA/BHA CLARIFYING TREATMENT TONER

Formulated with AHA, BHA, and Purifying Botanical Ingredients, the AHA/BHA Clarifying Treatment Toner works to soothe, refresh, and soften skin

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

AHA/BHA Clarifying Treatment Toner maintains skin’s optimal pH level. This low pH formula works to refresh, and soften the skin and helps prevent the formation of future whiteheads and blackheads. In the formulation of the AHA/BHA Clarifying Treatment Toner, mineral water(as opposed to purified-water) for your skin’s health, natural AHA to even skin tone, and natural BHA to smoothen and soften skin. It’s suitable for all skin types.

It’s a daily exfoliating toner. (source)

Saya biasa memakai Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner ini hampir setiap hari, khususnya di waktu malam sebelum tidur. Karena, sampai saat ini saya belum menemukan produk yang cocok untuk evening skincare routine. Sesuai dengan penjelasan di atas, bahwa exfoliating toner ini dapat dipakai setiap hari lho. Namun kembali lagi, menurut saya semua sesuai kulit wajah masing-masing. Saran saya, jika sudah merasa berlebihan lebih baik berhenti sementara. Juga, jika ingin memakai toner ini pada pagi hari, sebaiknya gunakan sunscreen.

Selain itu saya juga memakai Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask. Sesuai dengan judul produk tersebut, maka masker ini dapat dipakai hingga sepanjang malam. Sejauh ini Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask dapat membuat kulit wajah saya menjadi lembab.

COSRX ULTIMATE MOISTURIZING HONEY OVERNIGHT MASK

Enriched with more than 87% of Propolis Extract and natural beeswax, this mask provides intensive hydration with refreshing moisture.

TIP : As a 3-in-1 mask, this product can be used as an overnight mask, a cream or as a wash off mask! (source)

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by Shintria

Walaupun overnight mask, produk yang satu ini bisa juga digunakan pada pagi hari sebagai basic skincare routine. Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask juga bisa menjadi wash-off mask. Jadi, tinggal ratakan Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask pada seluruh wajah, diamkan selama 15 menit lalu bilas hingga bersih.

Dua produk ini sepertinya akan saya repurchase sih, mengingat mereka bisa membuat kulit wajah saya menjadi lebih calm saat sedang ‘manja’. Selain itu, saya merasa kulit jadi lebih glowing saat pagi hari. Gimana, minat untuk mencoba COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner & COSRX Ultimate Moisturizing Honey?

 

Weekly Thoughts; Kebutuhan Rumah Tangga

Kebutuhan rumah tangga kini di atas segalanya deh. Dulu sering denger kalimat, “nanti kebutuhan rumah tangga tuh banyak.” Seperti biasa, faktor belum merasakan jadi mengabaikan. Sekarang, ‘sedang’ merasakan jadi pusing sendiri, lalu keluar lah “oh ini rasanya berumah tangga.” Kayak dulu nggak perduli sama elektronik seakan mudah didapatkan dan nggak butuh, sekarang? dikasih hadiah mesin cuci bahagia banget. Terlebih lagi biaya pindahan yang enggak sedikit, cukup membuat isi tabungan kering. Alhamdulillah, saya dan suami sudah mempersiapkan dari setelah menikah. Tapi tetap aja namanya manusia selalu ada kurangnya, kurang ini lah itu lah.
Sementara belum mendapatkan rumah pribadi yang cocok dengan pendapatan, maka saya dan suami mengontrak. Saya pribadi ‘gatel’ sendiri pengen bikin rumah nyaman meski masih kontrak. Alhasil harus cari ide gimana buat desain rumah tetap nyaman, terlihat rapih, tapi ketika pindah nanti masih bisa dibawa. Syukur di jaman sekarang apa-apa sudah bisa rakit dan bongkar kembali.

Eits.. untuk interior dalam rumah seperti home living yang menggemaskan harus saya pinggirkan terlebih dahulu. Lalu, apa saja kebutuhan rumah tangga yang harus ada terlebih dahulu?

  • Elektronik

Bukan hanya sekedar TV dan radio, menurut saya semua barang elektronik rumah tangga semua saling berkaitan. Pernah nggak sih terpikir ada mesin cuci tapi nggak ada kulkas. Mungkin bagi yang belum menikah belum terasa manfaatnya. Tapi, bagi saya yang sudah merasakan, harus muter otak pelan-pelan buat memiliki barang-barang elektronik. Enggak ada tuh yang namanya ‘beli AC dulu deh yang lain gampang.’ Semua barang elektronik mendukung. Baik lah, mungkin kalau tidak ada AC masih ada kipas angin yang harganya terjangkau. Tapi kalau tidak ada kompor, maka tidak bisa memasak. Tidak ada kulkas, maka makanan yang harusnya bertahan lebih lama bisa cepat masi, selain itu sayuran menjadi layu, telur menjadi busuk dan lain sebagainya. Selain itu tidak ada mesin cuci, masih bisa lah cuci pakai tangan. Tapi, apa mau selamanya cuci seragam kerja suami yang tiap hari gonta ganti? “Kan mba Shintria bisa laundry,” halo… kalau sudah menikah pasti memikirkan pengeluaran secara rinci.

Sementara belum memiliki kulkas, alhasil selama satu minggu setelah pindah saya membeli makanan jadi. Ya, makanan jadi tersebut harus habis selama satu hari. Pastikan makanan jadi yang bahannya tidak mudah basi, bisa saya siasatkan dengan rajin memanaskan makanan tersebut agar bisa dimakan pada malam atau esok hari. Kenapa harus dipanaskan? balik lagi ke awal, masalah pemasukan dan pengeluaran setelah menikah itu berbeda saat masih hidup sendiri apalagi dengan orang tua.

‘Wah, mba Shintria tidak bisa hidup susah nih?.’ Coba saya tanya, kalau masih bisa usaha untuk memberi kemudahan pada diri sendiri, kenapa harus menyusahkan?

Sebenarnya tidak memakasakan untuk membeli barang elektronik. Hanya saja, lama kelamaan pasti membutuhkan untuk memudahkan hidup. Apalagi ibu rumah tangga, pasti merasakan manfaat barang-barang elektronik.

  • Perabot Rumah Tangga; Dapur

Perabot rumah tangga yang kecil, tidak kasat mata berada di dapur. Seperti panci, teflon, hingga gunting sering diabaikan saat masih hidup sendiri. Kasihan kan mereka? sekarang, mereka sangat berarti bagi saya. Setelah menikah, saya mendapatkan hadiah satu set alat masak dari salah seorang sahabat. Ditanya senangnya seperti apa? ya, hampir sama lah seperti dapat makeup kit.

Jangan lupa beli kompornya, tidak perlu yang muluk-muluk apalagi pakai oven haha. Beli dulu yang harga nya terjangkau, setidaknya masih bisa mengeluarkan api dan aman. Selanjutnya baru deh lengkapi dengan piring, gelas,  pisau, sendok dan garpu yang cantik-cantik.

  • Home Living; Interior

Kalau semua kebutuhan rumah tangga yang penting sudah terpenuhi, baru bisa cicil aksesoris rumah. Kan sekarang lagi jaman desain dalam rumah dengan berbagai konsep, nah di situ lah ibu rumah tangga dapat mengasah kreatifitas. Terlebih lagi sekarang sudah ada internet, ibu rumah tangga bisa mudah membandingkan berbagai macam barang yang cocok untuk rumah. Selain kursi dan menja, kini rumah juga bisa terlihat lebih segar dengan tanaman hijau. Sebenarnya, apa yang ada pada tulisan ini merupakan wish list saya hehe..

Sebenarnya, jika ada rezeki lebih semua kebutuhan rumah tangga bisa dengan mudah didapatkan. Namun, saat sudah menikah akan ada saja pengeluaran yang tak terduga. So, bagi saya semua harus pelan-pelan. Kini, saya dan suami harus bisa mengalahkan ego masing-masing. I mean kami harus bisa menyisihkan terlebih dahulu kepentingan pribadi masing-masing, lalu menjadikan kebutuhan bersama sebagai prioritas.

Intinya, setiap apa yang saya miliki sekarang hanya perlu bersyukur. Apa pun yang ada sekarang, bukan milik saya. Semua akan kembali kepadaNya, apa pun itu. Saya di sini hanya perlu menjaga dan bersyukur.

Love,

Shintria

Weekly Thoughts; Kehidupan Setelah Menikah

AIK_7787 b
Photo by Wongakbar Photography

Dulu, sebelum menikah banyak sekali tentang pasangan yang sudah menikah. Ada yang bercerita tentang kebahagiaan, bahkan ada yang merasa merugi. Saya sebenarnya tidak suka jika harus mendengarkan cerita tentang keburukan dalam  pernikahan. Maksud saya, kadang ada beberapa orang bercerita hidup setelah menikah ternyata tidak enak, suami/istri ternyata begini lah begitu lah. Ya, saya memang baru merasakan hidup setelah menikah. Namun, baik belum atau sudah menikah, saya harus tetap mempunyai komitmen (tidak hanya dalam pernikahan).

Jika saat ini Anda mendengar hidup setelah menikah itu berbeda, saya akan jawab ‘ya.’ Jelas dan terasa sekali perbedaannya. Dimana perbedaannya? tentu ada banyak baik dari pasangan maupun diri sendiri. Benar kah sudah menikah akan menemukan sifat asli pasangan? saya akan jawab ‘ya.’ Bukan hanya sifat pasangan, namun sifat diri sendiri pun akan muncul dengan sendirinya tanpa saya sadari. Disini lah salah satu ujian bagi pasangan yang sudah menikah.

Kadang saat menemukan sifat buruk dari pasangan, sudah pasti akan merasa kesal. Tapi, jika kembali lagi mengingat apa arti sebuah pernikahan, maka semua rasa kesal akan hilang dan terganti menjadi sayang. Justru kadang saya merasa malu jika tidak bisa mengalahkan ego diri sendiri. Malu rasanya jika tidak bisa bersikap dewasa saat menghadapi masalah. Menurut saya, jika pasangan yang sudah menikah tidak kembali mengingat apa tujuan menikah itu, hmm rasanya baru seminggu menikah sudah menyerah deh hehe. Karena, memang kehidupan saat sendiri itu berbeda dengan setelah menikah. Tapi, semua harus kembali menikmati setiap detik, menit, jam dan hari yang akan saya lewati.

Your Partner is a Reflection of You

Entah apa pun yang ada pada diri pasangan, entah kebaikan atau keburukan, ia tetap lah orang yang telah memilih saya dengan segala kekurangan. Ia juga jodoh yang telah Allah SWT pilih untuk saya. Semakin hari, saya semakin mengerti betul bahwa pasangan itu tergantung dari bagaimana diri sendiri. Seperti, jika diri ini baik, maka akan mendapatkan pasangan yang baik.

Maka, menurut saya jika ingin mendapatkan pasangan yang baik, maka perbaiki diri sendiri dulu. Jika selama ini merasa “pasangan aku kok begini ya, kok begitu ya,” coba perhatikan diri sendiri, apa kah sudah merasa benar sebagai pasangan.? Saya percaya bahwa pasangan suami istri itu adalah refleksi dari dirinya masing-masing.

Distance Teaches Us To Appreciate

Bagi saya dari awal kenal sudah dari kejauhan, hingga menikah pun begitu, sangat merasakan nikmat nya kebersamaan. Banyak orang saya perhatikan, saat dekat mereka saling membenci, namun saat jauh justru merindu. Hal tersebut sebenarnya klasik, karena saya pun sering merasakan demikian. Maka dari itu, jarak mengajarkan saya dan suami untuk saling menghargai. Tidak cukup jika hanya menghargai perasaan masing-masing pasangan, namun juga harus paham betul bahwa waktu terus berjalan. Rugi rasanya jika harus dilewati dengan rasa benci yang mendalam. Jarak mengajarkan saya untuk bisa menghargai, apapun dan bagaimana pun.

So Many To Do List 

Akan banyak yang dikerjakan bersama dengan pasangan setelah menikah. Tentu ini menjadi tantangan bagi saya pribadi. Hal yang pernah saya dan suami bayangkan, menjadi sebuah kenyataan. Dimana kami bisa memberi keperluan rumah tangga berdua, membereskan pekerjaan rumah berdua, bahkan kini saya harus mempersiapkan menu makan siang dan malam untuk suami. Terlebih lagi, saya harus bisa memasak bahkan membuat suasana rumah menjadi nyaman. Setidaknya akan banyak hal baru yang harus saya kerjakan, baik itu bersama dengan suami atau pun tidak.

Always Trying to be a Good Housewife

Menurut saja, sudah mejadi kewajiban seorang wanita untuk menjadi ibu rumah tangga. Entah bagaimana pun, wanita yang melakukan segala hal dengan perasaannya, memang tercipta untuk menyayangi, memperhatikan, dan mencintai keluarga. Saya senang melihat ibu rumah tangga yang sangat perhatian dengan anak-anak dan suami. Seperti terus berusaha untuk menjadi istri dan ibu rumah tangga yang cerdas. Artinya, ibu rumah tangga juga harus mempunyai keahlian walau pun di rumah. Beberapa orang melihat ibu rumah tangga hanya sekedar di rumah, beres-beres, masak, urus anak dan suami. Namun, jika melihat lebih dalam ternyata pekerjaan ibu rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Ibu rumah tangga harus mampu membuat rumah menjadi tenang, nyaman, tentram sehingga anak-anak dan suami dapat melepaskan lelahnya seharian di rumah. Ibu rumah tangga juga harus memastikan kondisi rumah harus tetap bersih, makanan harus enak dan sehat, dan lain sebagainya. Yap, poin ini lah yang masih harus banyak saya pelajari.

Bagi saya, kehidupan setelah menikah itu akan menyenangkan jika kita kembali mengingat tentang tujuan menikah. Selain itu, kita juga harus mampu rendahkan diri saat sedang merasa kesal pada pasangan, harus mampu berkaca bahwa diri ini pun tidak sempurna. Selain itu, coba untuk terus menghargai setiap detik dan menit yang akan dilewati bersama pasangan. Bayangkan jika detik dan menit hingga momen itu tidak akan pernah terulang kembali. Apa bila merasa bosan, coba ingat kembali ‘bagaimana hidup Anda jika pasangan akan pergi, tidak untuk sementara namun selamanya.’ 

Jika mencari yang sempurna itu tidak akan pernah ada. Semua pasangan baik suami atau istri akan memiliki kekurangan. Justru kekurangan itu yang akan menjadi kelebihan bagi diri sendiri, kekurangan itu akan menjadikan diri lebih dewasa. Lalu, bersyukur dan merasa cukup adalah jalan satu-satunya untuk kembali menghargai apa yang telah saya miliki.

Be The Best Wife 

Seperti poin di atas, be the best wife. Setelah menikah, satu yang terlontar dalam pikiran saya adalah “terus apa sekarang? apa yang harus saya lakukan? saya harus bagaimana?.” Ya, mungkin itu adalah salah satu nikmat setelah menikah. Ketika menikah dapat menyempurnakan separuh agama, lalu saya hanya perlu menyempurnakan  separuhnya lagi. Karena saya muslim, maka saya belajar untuk menjadi istri yang sholihah.

Banyak tugas yang harus saya kerjakan untuk menjadi istri yang sholihah. Walaupun sudah berhijab, menutup aurat, tapi semua tidak akan bisa sempurna. Karena, sebagai muslim saya meyakini bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Ketika saya berpikir, bahwa semua tanggung jawab seorang Ayah telah berpindah ke suami saya, maka ini merupakan tanggung jawab saya juga sebagai seorang istri. Saya harus mampu menjaga martabat, tidak hanya diri sendiri namun ini menyangkut keluarga. Kalau dengan menikah saya sudah menyempurnakan separuh agama, maka kini saya perlu belajar mengembang amanah sebagai seorang istri.

Memuliakan suami dengan menutup aurat menurut saya adalah sebuah kewajiban bagi wanita muslim. Tidak hanya suami, saya pun juga dapat menolong ayah di hari akhir nanti. Jika, dengan menikah saya sudah menyempurnakan separuh agama, maka sisa nya saya hanya perlu belajar lebih banyak lagi akan ilmu agama. Tentu, sesuai dengan apa yang ada dalam kitab Al-Qur’an. Saya tidak mau melenceng dari apa yang sudah pasti ada dalam kitab Al-Qur’an, bahkan saya tidak perlu menanyakan lagi dengan yang ada.

Kehidupan sesudah menikah, memiliki banyak kenikmatan. Nikmat bisa saling mencintai, bertatap mata dengan pasangan, bercanda tawa dengan nikmat pahala. Bukan berarti saya tidak tahu bahwa hidup tidak akan selamanya indah, namun bagi saya bersyukur adalah kunci utama. Apa yang ada sekarang, merupakan jalan terbaik yang telah Allah SWT berikan pada saya. Entah saya akan kuat atau tidak jika dihadapkan oleh tantangan baru dalam hidup, maka saya yakin itu lah kehidupan di dunia. Selalu akan ada ujian hingga nikmat untuk naik ke tahap selanjutnya.

Intinya, setelah menikah apa lagi yang dicari selain menambah pahala, memperbaiki agama dan pribadi sebagai bekal di akhirat kelak. Memang agak berat pikiran saya tentang poin ini bagi sebagian orang, namun ini lah yang saya rasakan. Kini, saya hanya perlu memberikan yang terbaik bagi suami, untuk mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

Kehidupan setelah menikah dapat mendewasakan diri. Sebelum tidur, saya berpikir bahwa setelah ini hidup saya akan jauh berbeda. Masak air hingga membuat sarapan saja, tidak hanya untuk saya namun suami juga. Sudah mulai harus memikirkan biaya yang tidak terhingga, ibarat 500 Rupiah saja harus dihitung.

Bagi saya, kehidupan setelah menikah itu penuh dengan kenikmatan yang hanya dapat dirasakan secara langsung. Seperti memulai kehidupan yang baru yang penuh kasih. Jangan pernah berhenti berdoa, percaya satu hal dan yakin bahwa Allah SWT sebaik penolong dan pelindung.

Review; Recently Skin Care Product

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.50 AM
Photo By Shintria

Update kali ini tentang review skin care product . Udah lama mau nulis ini, sampai salah satu produknya sudah hampir habis. Pokoknya saya masih amaze sama produk perawatan kulit yang sedang dipakai. Alhamdulillah ternyata cocok dengan kulit saya yang terbilang sensitif.

Sebelumnya, saya akan cerita tentang awal mula hingga perkembangan kulit saya. Yap,  saat memasuki masa pubertas, kulit wajah saya mendadak timbul bintik halus. Dibilang white heads, hmm I don’t think so but terlihat sama. Ada yang bilang ini jerawat batu atau bintik yang berisi lemak. Merasa terganggu, akhirnya saya ke klinik kecantikan lalu mencoba perawatan. Akhirnya bintik putih pada wajah saya dibersihkan dengan laser. Tidak ada rasanya, hasilnya cukup baik. Bintik di wajah bagian T-Zone saya hilang, namun tidak semua. Bahkan dokter pun mengatakan bahwa bintik ini akan muncul kembali, maka harus dilakukan perawatan rutin. Tentu ini akan menguras isi dompet, alhasil menyerah karena tidak mampu hehe.

Lalu, saya mendapat rekomendasi klinik kecantikan yang terjangkau. Alhamdulillah saya cocok dengan klinik yang kedua ini. Tapi, namanya perawatan wajah pasti tidak bisa lepas dari produk klinik tersebut. Katakan lah saya tidak memakai night cream, esok hari nya kulit wajah saya akan terlihat kusam. Apalagi jika tidak melakukan perawatan rutin, lagi-lagi bintik di wajah saya timbul.

Akhirnya, saya coba untuk melakukan perawatan rutin 1x dalam sebulan. Setidaknya saya ingin membuat bintik putih di wajah saya menghilang sedikit demi sedikit. Hasilnya cukup memuaskan, bintik di wajah saya sudah hilang jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Namun, saya berfikir bahwa tidak selamanya bisa bergantung dengan perawatan di klinik atau produk kecantikan dari dokter. Terlepas dari itu semua, saya melihat produk kecantikan dari korea. Entah kenapa saya merasa yakin akan cocok, jadi lah saya membelinya. Perlahan saya lepas dari krim dokter dan mulai menerapkan skin care routine ala ala Korea. Berikut adalah review mengenai beberapa Korean skin care yang sedang saya pakai:

SENKA Perfect Whip Facial Foam

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.44.42 AM
Photo By Shintria

Masih belum bisa move on  dari sabun cuci muka yang satu ini. Berawal hadiah teman suami dari Jepang. Tanpa disangka cocok, hingga kaka saya pun merasakan hal yang sama. Facial foam ini ya memang foamy gitu, lembut di wajah .Dapat membuat kulit wajah saya menjadi lembab dan kenyal (jelly kali kenyal). Pokoknya ini masih menjadi sabun cuci muka terbaik untuk saya.

Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment Toner

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.52 AM (1)
Photo By Shintria

Jujur waktu nentuin antara AHA/BHA agak bingung. Udah baca-baca juga masih enggak ngerti perbedaanya, sekaligus engga tahu kulit saya cocok yang mana. Alhasil, saya pilih toner Cosrx AHA/BHA yang dimana kedua kandungan tersebut ada di dalamnya. Dari yang saya baca, toner ini mampu mengatasi komedo, jerawat, meremajakan kulit, hingga menjadi flawless. Ternyata, bener aja dong cocok di kulit wajah saya. Entah berlebihan atau gimana, produk ini berkerja dengan cepat (dengan pemakaian teratur). Setiap ngerasa kulit udah mulai kusam, saya pakai ini. Perlahan bintik di wajah menghilang, emang sih engga 100% mulus juga. Selain itu kalau ada bekas jerawat atau luka, entah kenapa lama-lama kering, mengelupas, terus hilang dengan sendirinya.

Saya pakai toner ini sehabis cuci muka, sebelum tidur. Semprotkan pada kapas, lalu saya tap tap terkadang saya tekan sedikit pada bagian bintik atau luka yang sudah agak mengering.

Cosrx Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.49.31 AM
Photo By Shintria

Waktu lihat produk ini di internet, sebenarnya agak ragu. Antara engga paham sama ovenight mask dengan masker biasa hehe maklum awam. Selain itu cari-cari review produk ini kok jarang. Soalnya waktu itu saya membutuhkan produk perawatan kulit untuk malam hari, karena kondisi kulit saat itu sangat kering dan kusam. Menurut saya buat merawat kulit wajah cocok pada malam hari sewaktu tidur. Akhirnya dengan penuh keyakinan saya pilih Cosrx Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask. Yap, ternyata ini pilihan yang tepat untuk memperbaiki kulit saya yang kering. Diperkaya dengan kandungan 85% bee propolis dan royal jelly, jadi mampu membuat kulit lembab.

Seperti biasa saya pakai ini setelah toner, sebelum tidur. Saya ratakan pada wajah, seperti memakai masker pada umumnya. Hanya saja, overnight mask ini dapat saya pakai pada waktu yang panjang di malam hari, tidak hanya 10-15 menit lalu bilas. Hasilnya pun bisa saya rasakan di pagi harinya.

Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM
Photo By Shintria

Nah, produk yang satu ini memang happening. Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel yang katanya bisa membuat kulit menjadi lembab. Sensasi dinginnya memang menyegarkan. Tapi, sayangnya produk ini tidak terlalu efektif di kulit wajah saya jika dibandingkan dengan Cosrx Honey Overnight Mask. Namun, boleh lah untuk melembabkan baik kulit tangan maupun kaki. Contoh, seperti bagian dengkul yang suka menghitam dan kering. Sejauh ini sih soothing gel dengan kandungan aloe vera ini mampu menghilangkan hitam pada kulit bagian dengkul.

Aloe vera soothing gel ini menjadi selingan jika sedang malas melakukan skin care routine. Setelah cuci muka sebelum tidur saya pakai soothing gel ini tipis pada bagian kulit wajah. Walaupun tidak terlalu memberikan efek, setidaknya kulit saya bisa lembab pada malam hari.

LUSH Mask Of Magnaminty

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM (2)
Photo By Shintria

Produk ini sudah saya tahu sejak lama. Saat suami masih di Jepang, dia memakai lush untuk membersihkan kulit wajah. Saat berada di Jepang pun saya melewati lush store, namun belum tertarik. Dari yang saya dengar, suami saya cocok saat memakai lush. Akhirnya saya penasaran lalu mencoba LUSH mask of magnaminty ini. Ternyata, saya jatuh hati pada produk ini saat pertama pemakaian.

Saat memakai masker ini, pertama saya merasakan kesegaran dari aroma peppermint. Semakin penasaran, saya coba memakai di wajah. Lalu, sensasi dingin yang menyegarkan membuat kulit wajah saya menjadi lebih relax. Sejauh ini kalau memakai masker wajah, saya belum mendapatkan efek yang signifikan.

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.51 AM (1)
Photo By Shintria

Namun, berbeda dengan LUSH mask of magnaminty ini, wow… kulit saya menjadi lebih lembut, kenyal, dan lembab. Selain itu saya juga merasa bintik di wajah menjadi mengecil. Kini saya menjadi rutin memakai masker ini sebelum tidur atau setelah memakai makeup selama seharian.

Well, Lush Mask of Magnaminty ini memiliki bahan utama Bentonite dan Kaolin Clay. Kedua bahan tersebut dapat menyerap racun, minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati. Lush memang terkenal dengan bahan-bahan alaminya, membuat saya tidak takut akan efek samping yang berlebihan.  Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa pakai masker ini secara rutin setidaknya satu minggu sekali. Tapi, kembali lagi semua tergantung kulit wajah masing-masing ya. 

Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30

WhatsApp Image 2017-11-20 at 10.14.52 AM
Photo By Shintria

Sebelumnya, saya merasa kulit wajah yang cukup kering. Kulit wajah yang sedang tidak sehat disebabkan oleh lepasnya saya dari obat-obatan atau krim klinik kecantikan. Lalu, saya coba cari tahu skin care product apa yang cocok dengan kulit wanita Asia. Akhirnya, saya menemukan Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 ini, tentu dengan beragam review dari netizen hehe.

Akhirnya saya mencoba memakai produk ini setiap ingin pergi di pagi atau siang hari. Selain melembabkan, produk ini juga mengandung SPF 30 yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Pertama kali melihat teksturnya yang  mudah menyerap, semakin membuat saya merasa yakin. Yap, ternyata setelah saya pakai di wajah memang mudah menyerap walaupun terlihat seperti oily. Tapi, itu tidak terlalu penting ya bagi saya. Karena saya bisa tutupi dengan CC/BB/DD cream dan drying powder, sehingga minyak pun bisa menyerap. Sejauh ini sih saya masih merasa nyaman dengan produk ini.

Selain itu, produk ini mudah ditemukan di drug store Indonesia. Harganya juga cukup terjangkau jika dilihat dari segi pemakaian yang cukup irit. Bentuknya pun tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa saat sedang berpergian.