Ketenangan

Alhamdulillah, masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk mencapai kemenangan di tahun 2017. Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Yap,sudah tidak asing bagi saya setiap Hari Raya Idul Fitri keluarga tidak bisa berkumpul secara lengkap. Mungkin bisa dikatakan jarang sekali terjadi. Tapi, tetap harus selalu bersyukur dong bahwa sebenarnya bukan berkumpulnya keluarga, namun lebih kepada doa kepada sesama.

Hari Raya Idul Fitri yang begitu indah, memiliki rasa yang kebersamaan yang kental. Saling memaafkan, mendoakan, ikhlas dan turut bersyukur menurut saya merupakan hikmah dari Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga dengan rasa ini yang begitu dalam kepada Ayah dan Dia, mereka yang ikhlas jauh dari keluarga untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.

Entah mengapa, bukan sebuah kebetulan (karena tidak ada kebetulan di kehidupan ini) saat menjelang lebaran, Ayah dan Dia sedang bertugas di kawasan yang sedang dalam penjagaan yang ketat. Keduanya sama-sama berada di lautan, kapal, perbatasan. Bahkan keduanya sempat tidak ada kabar dalam beberapa hari dikarenakan sinyal komunikasi yang tidak ada.

Keduanya sama-sama berada di lautan, kapal, perbatasan. Bahkan keduanya sempat tidak ada kabar dalam beberapa hari dikarenakan sinyal komunikasi yang tidak ada.

Jujur, saat itu saya merasa cemas dan membayangkan hal yang tidak-tidak (Naudzubillah Mindzalik). Bahkan saya merasakan rindu yang berlebihan. Tidak dapat dipungkiri kadang rindu itu bisa menguatkan namun juga melemahkan. Tapi, di saat saya mulai merasa lemah, saya kembali mengingat akan perjuangan Ibu saya.

Bertahun lamanya Ibu saya begitu tenang ditinggal tugas jauh oleh Ayah. Mungkin bisa dibilang sudah menjadi master of long distance relationship. Dari satu negara sampai kini harus berbeda negara. Bahkan Ibu saya bisa begitu tenang jika seharian pun tak ada kabar dari Ayah. Bagaimana Ibu saya bisa tenang? Oh, saya harus sadar akan kekuatan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Bahwa Allah SWT adalah sebaik baiknya penolong juga pelindung. Lalu, tawakal dan terus berdoa agar Ayah diberikan kesehatan dan tak lepas dari perlindungan Allah SWT. Ketika hati ini ridha dan terus yakin (khusnudzan) kepada Allah SWT, percaya lah semua akan baik-baik saja. Saya salut dengan Ibu dan Ayah. Ya, bisa karena terbiasa merupakan ungkapan yang pas dalam kisah ini.

Oh, saya harus sadar akan kekuatan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Bahwa Allah SWT adalah sebaik baiknya penolong juga pelindung. Lalu, tawakal dan terus berdoa agar Ayah diberikan kesehatan dan tak lepas dari perlindungan Allah SWT.

Tidak hanya Hari Raya Idul Fitri, namun tahun ini begitu banyak doa yang dipanjatkan. Setiap harinya, saya harus selalu bersyukur bahwa Dia akan selalu baik-baik saja, InshaAllah. Sekarang yang harus saya lalukan adalah berdoa, tawakal, dan mendukung agar Allah SWT memberikan ridha untuk kerja keras si Dia.

Tidak ada yang lebih menenangkan ketika muncul laporan bertuliskan “delivered” pada ponsel saya. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika ada pesan bertuliskan “Alhamdulillah aku sudah merapat di dermaga”. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika mendengar suara Dia walau tidak jelas, Tidak ada yang lebih menenangkan ketika saya tahu bahwa dia baik-baik saja. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika saya tahu bahwa dia dalam keadaan sehat.

Untuk Dia yang sedang menjalankan tugasnya, selalu dalam lindungan Allah SWT. Semangat dalam berkerja dalam jalan yang baik dan jujur. Ketika merasa lelah, coba untuk mengingat keluarga yang sedang menunggu di sini, ya di sini. Jaga diri untuk tetap menjadi orang baik, saling mengasihi dan berbagi dengan ikhlas. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, bahwa laut selalu mendukung Dia memberikan rezeki yang halal. Setiap matahari terbit dan terbenam, panjatkan doa bahwa itu merupakan salah satu bukti Allah SWT dekat untuk membuktikan kebesaranNya. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqaballahu Minna Wa Minkum.

Regards,

Shintria

Featured Image from flickr.com

Thank You So Much FOX + HAZEL

Finally! Header image dalam personal blog saya berhasil diperbarui. Terlihat lebih menarik (menurut saya sih gitu hehe..). Setelah sekian lama searching about header image blog inspiration, akhirnya saya menemukan dalam pinterest.

Awalnya bermula dari cara membuat font dengan warna cat air (water color) melalui picmonkey. Hingga akhirnya menemukan floral water colour yang sangat indah ini hasil karya Fox and Hazel. Yap, website  sekaligus personal blog tersebut diciptakan oleh wanita kreatif bernama Torrie Lynn.

Klik untuk melihat hasil karya kreatif Fox and Hazel Floral Water Colour 

Fox and Hazel sangat membantu saya untuk mempercantik header image pada personal blog saya ini lho. Selain floral water colour, Fox and Hazel juga mempersilahkan kita untuk download dan menggunakan hasil karya lainnya. Tapi, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih dengan cara yang telah ditentukan oleh Fox and Hazel.

Selain itu, saya juga memberikan sentuhan water color dengan warna yang hangat sesuai bunganya. Nah, FREE WARM TONE WATERCOLOR GRAPHICS ini juga bisa ditemukan pada website Fox and Hazel.

Daripada penasaran sambil garuk-garuk kepala, yuk langsung aja mampir ke website Fox and Hazel by Torrie Lynn.

Follow on Pinterest foxandhazel

Follow on Instagram @foxandhazel

Visit Website on foxandhazel.com

Hi, Torrie Lynn thank you so much for the pretty floral water colour and warm tone watercolor. I’m sorry I can’t say thank to you on your website comment, because I can’t write and also speak in English very well. Last but not least, your creativity helping me a lot. Thank you so much fox and hazel.

 

Harapan di Angka 25

Wah, Alhamdulillah sudah menginjak usia 25 tahun sekarang. Segala puji bagi Allah SWT bahwa masih memberikan saya kesempatan untuk tetap hidup, sehat, dan bahagia. Tentu tidak ada hentinya untuk terus bersyukur atas segala yang ada dalam hidup ini. Ya, apa yang ada sekarang adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Tapi, tidak ada salahnya untuk menikmati 🙂

Tentu, akan selalu ada pertanyaan “kok bisa sih?” dengan apa yang sudah saya lewati, jalani, dan didapatkan. Saya rasa tidak hanya saya saja ya yang selalu merasa tidak menyangka dengan hidup ini.

Jujur, 25 tahun merupakan angka yang saya tunggu. Menurut saya, 25 tahun merupakan usia paling bisa bikin deg-degan bagi sebagian wanita. Kenapa? yap, sebagian wanita termasuk saya menetapkan 25 tahun sebagai batas usia untuk menikah, introspeksi diri, dewasa, tanggung jawab dan lain sebagai nya. Bagi saya 25 tahun adalah batas akhir saya untuk bermain-main, walaupun sebenarnya sudah dimulai saat usia 20 tahun. Tapi, 25 tahun ini sudah saatnya untuk mulai untuk memperbaiki diri menjadi seorang wanita yang sesungguhnya. Wow..wow..wow… usia akan terus bertambah, kehidupan di dunia akan semakin berkurang, karena tubuh akan semakin menua. Hmm.. tapi masih banyak sih wish list yang akan menjadi to-do list di usia yang sekarang ini.

  • Semakin bersyukur!

Bersyukur, kini harus menjadi kewajiban ya. Karena, bagi saya dengan bersyukur akan selalu merasa cukup dan kaya dengan apa yang ada dalam hidup ini. Apa pun yang terjadi harus tetap merasa syukur. Selain itu, agar dapat selalu bersyukur maka saya menerapkan bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini merupakan jalan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Tentunya, apa yang sudah ditentukan oleh Allah SWT merupakan jalan yang terbaik. Contoh paling sederhana, misalnya pada suatu hari saya memiliki janji bertemu dengan seseorang. Janji ini sudah sangat ditunggu, tapi keadaan berkata lain sehingga janji tersebut batal. Tentu ada rasa kecewa terlebih jika pertemuan tersebut terbilang penting. Tapi, kembali lagi berfikir bahwa hal tersebut sudah jalan paling baik yang ditentukan oleh Allah SWT. Bisa saja jika pertemuan terjadi justru ada hal-hal yang tidak diinginkan apalagi jika berhubungan dengan nyawa. Percayalah bahwa kegagalan merupakan sesuatu yang menyelamatkan kita dari suatu bahaya.

  • Menikah

Kalau poin yang kedua ini memang sudah menjadi doa saya, bahwa saya memang ingin menikah sebelum menginjak usia 25 tahun. Walaupun pada usia 20 tahun saya sempat mengurungkan niat ini. Namun entah mengapa banyak sesuatu yang menunjukan ke saya bahwa menikah salah satu jalan terbaik dari Allah SWT. Kalau urusan menikah ini sepertinya belum bisa saya jelaskan secara rinci beserta alasannya. Tapi, satu hal yang perlu diingat bahwa menikah merupakan ibadah kepada Allah SWT, menyempurnakan separuh agama, serta menjauhi diri dari segala perbuatan yang tidak disukai Allah SWT.

Selain menikah, menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak kelak menjadi salah satu wish list saya. Tidak hanya baik, namun dapat berbagi ilmu dengan cara yang benar sehingga anak bisa menjadi seorang sahabat dengan Ibu nya. Ilmu yang dimiliki seorang Ibu adalah untuk anak-anaknya, karena Ibu merupakan madrasah bagi anak-anaknya. Jadi, kalau kalian merupakan seorang sarjana namun dikucilkan orang karena belum memiliki perkerjaan, jangan sedih. Karena, ilmu yang kalian miliki nanti nya sangat berguna untuk anak-anak kalian.

  • Membangun keluarga kecil 

Membangun keluarga kecil yang bahagia menjadi impian setiap orang. Yap, saya juga memiliki impian itu kok. Sekarang tinggal bagaimana saya mewujudkan mimpi tersebut dengan usaha dan doa.

  • Memiliki usaha kecil (profesi)

Bagi saya waktu dengan keluarga sangatlah berarti. Maka dari itu saya ingin menjadi seorang Ibu dan Istri yang memiliki banyak waktu untuk keluarga. Sehingga saya dapat melihat dan menikmati perkembangan anak. Maka dari itu saya memilih untuk memiliki usaha sendiri di rumah, entah apa pun itu tapi lihat saja nanti. Selain itu, kini saya mencoba untuk memiliki usaha yang dapat membantu orang banyak. Pelajaran yang perlu diambil adalah, memudahkan urusan orang itu sangat baik hukumnya. Kalau bisa usaha kecil yang saya miliki nanti dapat berupa kemanusiaan, InshaAllah.

Kalau disebutkan wish list lainnya bisa banyak sekali ya. Tapi, ini adalah wish list yang paling penting, InshaAllah dengan doa dan usaha semua bisa berjalan dengan lancar. Terakhir, untuk menjalankan ini semua tidak cukup jika hanya dengan doa dan usaha, namun harus dibarengi dengan niat yang baik.

Wish list di atas sudah ada sejak saya menginjak usia 20 tahun. Semakin bertambah usia (dalam bentuk bilangan angka) maka semakin banyak wish list saya. Alhamdulillah satu persatu sudah dilewati dan sedang dalam perjalanan untuk meraih kesuksesan. Kadang, ada beberapa wish list yang tanpa sadar sudah saya gapai, hingga akhirnya hanya bersyukur yang dapat saya ucap bahwa semua sudah berjalan mulus, Alhamdulillah. 

Wish list ini akan menjadi to-do list dalam waktu dekat, InshaAllah. 

BRAND NEW “LIFE”

Every day, hour, minute, seconds when I feel alive
I feel the gratitude, that every breath there’s a hope
Every human created with the peace of mind
Every human had a past (memories)
But, every human have their future that worth fighting for
So, every human have rights to change to be better
Leave it past, focus with bright future
Keep on walking and running
Reach the bright future with pray and hope
The key is always be grateful no matter what happened in life
And this is the brand new of life
Leave the past and don’t try to look back
Even there’s past had a sweet memory don’t look back!
You’re not there anymore, anymore, anymore
Good luck!

 

Berbagi dan Mengasihi

Berbagai dan mengasihi, merupakan dua hal yang membuat saya bersyukur lahir di keluarga ini. Sejak kecil, Ayah dan Ibu saya mengajarkan untuk saling berbagi. Bukan tentang seberapa besar jumlah yang diberikan, namun ikhlas dan berkah yang diharapkan. Saling berbagi, membawa saya pada kedamaian. Dimana terciptanya sebuah kalimat “rezeki tidak akan kemana”. 

Saling berbagi, membawa saya pada kedamaian. Dimana terciptanya sebuah kalimat “rezeki tidak akan kemana”. 

Dalam tiap keyakinan, mengajarkan kita untuk saling berbagi. Tidak perlu dengan bentuk materi, setidaknya tenaga, ide, pikiran, bahkan waktu dapat dibagi. Kadang kala orang terdekat membutuhkan waktu yang kita punya dibanding dengan sebuah materi. Namun, bukan berarti tidak berbagi sedikit rezeki (materi) dengan sesama ya.

Tidak jarang masih banyak orang yang merasa berat untuk berbagi disaat sedang “merasa” susah. Kini saya coba untuk terapkan, bahwa pertama, apa yang kita bagi sesuai dengan ikhlas dan niat baik dari hati. Kedua, rezeki itu semua milik Tuhan jadi akan kembali kepada-Nya juga. Katiga, sesusah apa pun yang saya rasakan coba lah untuk berfikir bahwa masih banyak yang lebih butuh daripada saya.

Tidak akan habis rezeki seseorang jika disalurkan dengan bersedekah. Selain itu, mungkin yang membuat berat untuk berbagi dan mengasihi yaitu faktor kecurigaan. ‘Ah, jangan dikasih nanti uangnya buat yang macem-macem lho’, ‘Ngapain dikasih kan dia kerja, itu kan udah pekerjaan dia’, eits, tidak penting untuk apa uang itu nanti dipakai oleh orang tersebut, InshaAllah jika niat kita baik semua akan berjalan dengan sendirinya. Tuhan itu Maha Mengetahui lho. Jika, hari itu orang yang menurut kita jahat mendapatkan rezeki, kembali lagi bahwa rezeki memang sudah diatur oleh Tuhan. Biarkan lah Tuhan yang mengatur dan menjalankan segalanya. Kita sebagai manusia hanya perlu terus berbuat kebaikan, dari yang paling mudah itu untuk berbagi dan mengasihi.

Jika tidak dengan materi, maka berikan lah dengan waktu dan tenaga, hingga menjadi sebuah doa yang baik untuk berbagi. Saya selalu percaya bahwa semua tergantung dengan niat baik. Semua tidak akan pernah terputus, Tuhan selalu memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hanya saja manusia untuk lebih peka dan bersyukur.

Jika tidak dengan materi, maka berikan lah dengan waktu dan tenaga, hingga menjadi sebuah doa yang baik untuk berbagi.

Saya pun masih terus belajar untuk memperbaiki diri. Tulisan ini hanya cara saya untuk terus mengingatkan orang-orang sekitar. Semoga bermanfaat dengan apa yang saya tulis ini ya..

Sincerely,

Shintria M

Love, To Be Loved and Time (Bahasa)

Mencintai dan dicintai..

Mencintai, dicintai dan waktu. Bagi saya, tiga hal yang patut untuk menjadi sebuah pelajaran dalam hidup. Mencintai seseorang adalah sebuah kewajiban atas penghargaan akan sebuha kasih sayang. Lalu, dicintai adalah rasa yang harus disyukuri dan waktu merupakan pendukung paling penting untuk keduanya.

Tanpa waktu, bagaimana mencintai dan dicintai akan hadir dalam tiap rasa yang ada. Yap, bagi saya waktu merupakan faktor utama yang harus dihargai. Banyak seseorang yang menyerah untuk mencintai hingga hilang rasa dicintai karena tidak dapat menghargai waktu.

Tanpa sengaja saya menemukan sebuah kutipan, “she loves hard because she know how it feels be loved so little” Orang-orang yang merasa dicintai, sudah seharusnya paham akan kutipan tersebut. Tentang bagaimana bersyukur bahwa sudah dicintai, lalu kembali mencintai.

“she loves hard because she know how it feels be loved so little

Orang-orang yang mencintai memberikan waktu, sedikit waktu, untuk terus menjalin sebuah komunikasi. Untuk apa? Ya, untuk terus memberikan rasa kepada orang yang dituju, agar orang tersebut merasa tetap dicintai. Sayangnya, orang-orang yang dicintai tidak paham betul bahwa mereka telah diberikan sebagian waktu atau bahkan seluruhnya hanya untuk memastikan mereka dalam keadaan baik.

Keadaan ini sering kali saya temui pada hubungan yang sudah cukup lama. Yap, saya anggp bahwa beberapa pasangan merasa sudah saling memahami, sehingga lupa untuk menghargai. Baik yang mencintai dan dicintai sudah merasa terbiasa, hingga timbul lah rasa “memudahkan” segalanya, baik dalam segi perasaan dan waktu. Lalu, mereka berpisah hanya karena tak sanggup untuk mencintai dan dicintai. Entah salah satunya ada yang merasa bosan dan lain sebagainya.

Banyak hal kecil yang dilakukan oleh orang-orang yang mencintai. Namun, beberapa orang yang dicintai, susah untuk memahami, bahwa apa yang dilakukan adalah sebuah ungkapan rasa kasih sayang dan saling membutuhkan. Mirisnya, orang yang dicintai merasa “risih” dengan keadaan tersebut. Yap, hingga mereka merasa kehilangan.

Kembali lagi, bahwa apa yang ada harus disyukuri. Kembali lagi melihat hal-hal kecil yang telah dilakukan, baik mencintai dan dicintai oleh pasangan, orang tua, keluarga atau sahabat. Setidaknya, dengan kembali melihat hal-hal kecil yang telah dilakukan untuk sebuah ungkapan kasih sayang dapat meningkatkan kualitas bersyukur. Kunci utamanya adalah bersyukur dan selalu merasa cukup dengan apa yang ada.

 

 

 

Introvert dan (Anak Bungsu) Manja?

Hello, sudah memasuki tahun 2017 pasti banyak harapan-harapan yang lebih baik untuk dipanjatkan, ya!  Tentunya setiap pergantian tahun, doa yang paling utama adalah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun, menjadi lebih baik atau tidaknya tergantung dari setiap pribadi yang menjalankan. Menurut saya, pribadi itu sendiri yang merasakan dan tahu betul perjalanan hidup mereka. Well, bukan itu yang menjadi poin utama dalma tulisan saya kali ini.

Yup, sesuai dengan judul di atas yaitu ‘Introvert dan Manja?’. Kenapa saya bisa merasa bahwa sepertinya saya ini tergolong dalam orang yang introvert. Awal mula terjadi saat saya duduk di bangku kuliah. Saat itu mata kuliah psikologi komunikasi membahas mengenai 3 jenis kepribadian umum pada manusia. Ya, 3 jenis kepribadian umum pada manusia meliputi Introvert, Extrovert dan Ambivert. Cerita singkatnya, saat itu dosen saya menjelaskan mengenai ciri-ciri manusia dengan pribadi introvert. Setiap kali dosen saya menjelaskan ciri-cirinya, saya mengangguk dan merasa seperti berkaca (oh yea, that’s me!). Setelah itu saya merasa bahwa saya memiliki kepribadian introvert, walau pun belum teruji secara resmi oleh ahlinya ya hehe. But, i’m sure i am an introvert person.

introvert-2
Source Introvertdear.com

Selanjutnya, saya merupakan anak  bungsu dari tiga bersaudara. Seperti biasa, anak bungsu selalu dikatakan sebagai anak yang manja. Mungkin memang sudah banyak terbukti atau sudah menjadi pandangan dari setiap orang mengenai pribadi si anak bungsu. Saya pribadi kadang suka kesal dikatakan sebagai anak bungsu dengan pribadi yang ‘manja’. Karena, saya sendiri tidak merasa manja pasalnya dari kecil hingga kini saya bukan seperti anak raja yang diantar kemana-mana dengan supir dan pengawal, setiap masalah selalu mengadu pada orang tua, atau selalu mengadahkan tangan dan menangis jika tidka dituruti kemauannya.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa saya merupakan anak bungsu dengan pribadi introvert. Perlu saya luruskan di sini, bahwa anak bungsu merupakan anak terakhir dengan catatan tidak semua bungsu itu manja. Saya yakin, setiap anak memiliki karakter pribadi yang manja, karena ingin sekali diperhatikan oleh orang tua secara lebih. Mungkin karena anak bungsu merupakan anak terakhir, terlebih jika kedua anak sudah menikah, alhasil siapa yang akan diperhatikan lagi oleh orang tua? Tentu, karena tinggal anak bungsu yang belum menikah maka orang tua memberikan perhatian yang penuh pada anak bungsu ketika kedua kaka nya sudah menikah. Itu lah sebabnya, banyak orang yang melihat bahwa anak bungsu sangat lah dimanja.

Saya tidak membela diri sendiri, saya pun terima saja dikatakan sebagai anak bungsu yang manja dan pemalu padahal saya memiliki pribadi introvert. Trust me if you know about introvert, you’ll know about my character. Saya bukan sosok yang pemalu, namun introvert memiliki caranya sendiri untuk menjadi pribadinya di depan orang banyak. Jika dihadapkan dengan situasi yang baru, maka saya akan diam. Tapi apa kah Anda tahu, bahwa diam saya merupakan cara saya untuk mengobservasi lingkungan sekitar. Ya, mungkin terdengar sedikit konyol. Tapi, itu semua memang yang saya rasakan. Saya pun ingin sekali menjadi sosok yang ambivert sehingga mudah disukai oleh banyak orang. Namun, saya tidak mampu. Hal tersebut tidak membuat saya menjadi diri sendiri. Saya tidak suka dengan basa basi, lebih tepatnya tidak bisa sama sekali. Tidak jarang, banyak orang yang pertama kali melihat saya merasa jengkel. Sudah menjadi sesuatu yang biasa jika orang tersebut (setelah kenal cukup lama) akan mengatakan “dulu pertama kali liat lo, gue kesel banget. Jutek dan sombong” pada kenyataanya saya tidak begitu lho.

introvertdoodles
Source Introvertdoodles.com

Jika saat ini saya telrihat seperti manja atau dimanja, itu salah. Orang tua saya  adil dalam memberikan perhatian kepada ketiga anaknya, termasuk saya. Dari TK saya sudah diajarkan untuk naik angkutan umum, SD saya sudah diajarkan untuk naik bus kota jaraknya yaitu dari Mayestik, Jakarta Selatan hingga Bintaro Jaya. Saat itu saya harus menaiki bus kota lalu dilanjutkan dengan naik angkutan umum untuk sampai di rumah. Hal tersebut terus berlanjut hingga SMP, SMA, dan Kuliah. Walau saat itu juga dibarengi dengan naik ojek, namun saya tetap merasakan nikmatnya panas dan hujan. Setiap kali berangkat untuk sekolah, saya sudah menyiapkan sandal jepit dan jas hujan. Namun, itu semua menyenangkan dan menjadi pengalaman pribadi untuk saya. Bahkan saya memiliki rencana, nanti jika saya telah berkeluarga saya harus tinggal jauh dari orang tua. Dengan begitu saya dapat membuktikan bahwa tidak semua anak bungsu itu manja.

Well, kadang banyak hal kecil yang tidak dilihat oleh orang-orang sehingga mereka mudah untuk menyimpulkan. Tapi, saya tidak masalah jika dikatakan manja, toh yang tahu dan merasakannya hanya saya dan keluarga.

Saya merasa bersyukur dengan memiliki pribadi introvert sebagai anak bungsu yang kata orang manja. Setidaknya, pasti ada kelebihan yang saya memiliki walaupun  orang lain tidak melihatnya. Yap, karena orang yang tidak menyukai saya tidak akan perduli seberapa banyak kelebihan yang saya miliki.

That’s a piece of story about myself. So, you can get to know me for better

Love,

SM