Ketenangan

Alhamdulillah, masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk mencapai kemenangan di tahun 2017. Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Yap,sudah tidak asing bagi saya setiap Hari Raya Idul Fitri keluarga tidak bisa berkumpul secara lengkap. Mungkin bisa dikatakan jarang sekali terjadi. Tapi, tetap harus selalu bersyukur dong bahwa sebenarnya bukan berkumpulnya keluarga, namun lebih kepada doa kepada sesama.

Hari Raya Idul Fitri yang begitu indah, memiliki rasa yang kebersamaan yang kental. Saling memaafkan, mendoakan, ikhlas dan turut bersyukur menurut saya merupakan hikmah dari Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga dengan rasa ini yang begitu dalam kepada Ayah dan Dia, mereka yang ikhlas jauh dari keluarga untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.

Entah mengapa, bukan sebuah kebetulan (karena tidak ada kebetulan di kehidupan ini) saat menjelang lebaran, Ayah dan Dia sedang bertugas di kawasan yang sedang dalam penjagaan yang ketat. Keduanya sama-sama berada di lautan, kapal, perbatasan. Bahkan keduanya sempat tidak ada kabar dalam beberapa hari dikarenakan sinyal komunikasi yang tidak ada.

Keduanya sama-sama berada di lautan, kapal, perbatasan. Bahkan keduanya sempat tidak ada kabar dalam beberapa hari dikarenakan sinyal komunikasi yang tidak ada.

Jujur, saat itu saya merasa cemas dan membayangkan hal yang tidak-tidak (Naudzubillah Mindzalik). Bahkan saya merasakan rindu yang berlebihan. Tidak dapat dipungkiri kadang rindu itu bisa menguatkan namun juga melemahkan. Tapi, di saat saya mulai merasa lemah, saya kembali mengingat akan perjuangan Ibu saya.

Bertahun lamanya Ibu saya begitu tenang ditinggal tugas jauh oleh Ayah. Mungkin bisa dibilang sudah menjadi master of long distance relationship. Dari satu negara sampai kini harus berbeda negara. Bahkan Ibu saya bisa begitu tenang jika seharian pun tak ada kabar dari Ayah. Bagaimana Ibu saya bisa tenang? Oh, saya harus sadar akan kekuatan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Bahwa Allah SWT adalah sebaik baiknya penolong juga pelindung. Lalu, tawakal dan terus berdoa agar Ayah diberikan kesehatan dan tak lepas dari perlindungan Allah SWT. Ketika hati ini ridha dan terus yakin (khusnudzan) kepada Allah SWT, percaya lah semua akan baik-baik saja. Saya salut dengan Ibu dan Ayah. Ya, bisa karena terbiasa merupakan ungkapan yang pas dalam kisah ini.

Oh, saya harus sadar akan kekuatan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Bahwa Allah SWT adalah sebaik baiknya penolong juga pelindung. Lalu, tawakal dan terus berdoa agar Ayah diberikan kesehatan dan tak lepas dari perlindungan Allah SWT.

Tidak hanya Hari Raya Idul Fitri, namun tahun ini begitu banyak doa yang dipanjatkan. Setiap harinya, saya harus selalu bersyukur bahwa Dia akan selalu baik-baik saja, InshaAllah. Sekarang yang harus saya lalukan adalah berdoa, tawakal, dan mendukung agar Allah SWT memberikan ridha untuk kerja keras si Dia.

Tidak ada yang lebih menenangkan ketika muncul laporan bertuliskan “delivered” pada ponsel saya. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika ada pesan bertuliskan “Alhamdulillah aku sudah merapat di dermaga”. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika mendengar suara Dia walau tidak jelas, Tidak ada yang lebih menenangkan ketika saya tahu bahwa dia baik-baik saja. Tidak ada yang lebih menenangkan ketika saya tahu bahwa dia dalam keadaan sehat.

Untuk Dia yang sedang menjalankan tugasnya, selalu dalam lindungan Allah SWT. Semangat dalam berkerja dalam jalan yang baik dan jujur. Ketika merasa lelah, coba untuk mengingat keluarga yang sedang menunggu di sini, ya di sini. Jaga diri untuk tetap menjadi orang baik, saling mengasihi dan berbagi dengan ikhlas. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, bahwa laut selalu mendukung Dia memberikan rezeki yang halal. Setiap matahari terbit dan terbenam, panjatkan doa bahwa itu merupakan salah satu bukti Allah SWT dekat untuk membuktikan kebesaranNya. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqaballahu Minna Wa Minkum.

Regards,

Shintria

Featured Image from flickr.com
Advertisements

Thank You So Much FOX + HAZEL

Finally! Header image dalam personal blog saya berhasil diperbarui. Terlihat lebih menarik (menurut saya sih gitu hehe..). Setelah sekian lama searching about header image blog inspiration, akhirnya saya menemukan dalam pinterest.

Awalnya bermula dari cara membuat font dengan warna cat air (water color) melalui picmonkey. Hingga akhirnya menemukan floral water colour yang sangat indah ini hasil karya Fox and Hazel. Yap, website  sekaligus personal blog tersebut diciptakan oleh wanita kreatif bernama Torrie Lynn.

Klik untuk melihat hasil karya kreatif Fox and Hazel Floral Water Colour 

Fox and Hazel sangat membantu saya untuk mempercantik header image pada personal blog saya ini lho. Selain floral water colour, Fox and Hazel juga mempersilahkan kita untuk download dan menggunakan hasil karya lainnya. Tapi, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih dengan cara yang telah ditentukan oleh Fox and Hazel.

Selain itu, saya juga memberikan sentuhan water color dengan warna yang hangat sesuai bunganya. Nah, FREE WARM TONE WATERCOLOR GRAPHICS ini juga bisa ditemukan pada website Fox and Hazel.

Daripada penasaran sambil garuk-garuk kepala, yuk langsung aja mampir ke website Fox and Hazel by Torrie Lynn.

Follow on Pinterest foxandhazel

Follow on Instagram @foxandhazel

Visit Website on foxandhazel.com

Hi, Torrie Lynn thank you so much for the pretty floral water colour and warm tone watercolor. I’m sorry I can’t say thank to you on your website comment, because I can’t write and also speak in English very well. Last but not least, your creativity helping me a lot. Thank you so much fox and hazel.

 

Harapan di Angka 25

Wah, Alhamdulillah sudah menginjak usia 25 tahun sekarang. Segala puji bagi Allah SWT bahwa masih memberikan saya kesempatan untuk tetap hidup, sehat, dan bahagia. Tentu tidak ada hentinya untuk terus bersyukur atas segala yang ada dalam hidup ini. Ya, apa yang ada sekarang adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Tapi, tidak ada salahnya untuk menikmati 🙂

Tentu, akan selalu ada pertanyaan “kok bisa sih?” dengan apa yang sudah saya lewati, jalani, dan didapatkan. Saya rasa tidak hanya saya saja ya yang selalu merasa tidak menyangka dengan hidup ini.

Jujur, 25 tahun merupakan angka yang saya tunggu. Menurut saya, 25 tahun merupakan usia paling bisa bikin deg-degan bagi sebagian wanita. Kenapa? yap, sebagian wanita termasuk saya menetapkan 25 tahun sebagai batas usia untuk menikah, introspeksi diri, dewasa, tanggung jawab dan lain sebagai nya. Bagi saya 25 tahun adalah batas akhir saya untuk bermain-main, walaupun sebenarnya sudah dimulai saat usia 20 tahun. Tapi, 25 tahun ini sudah saatnya untuk mulai untuk memperbaiki diri menjadi seorang wanita yang sesungguhnya. Wow..wow..wow… usia akan terus bertambah, kehidupan di dunia akan semakin berkurang, karena tubuh akan semakin menua. Hmm.. tapi masih banyak sih wish list yang akan menjadi to-do list di usia yang sekarang ini.

  • Semakin bersyukur!

Bersyukur, kini harus menjadi kewajiban ya. Karena, bagi saya dengan bersyukur akan selalu merasa cukup dan kaya dengan apa yang ada dalam hidup ini. Apa pun yang terjadi harus tetap merasa syukur. Selain itu, agar dapat selalu bersyukur maka saya menerapkan bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini merupakan jalan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Tentunya, apa yang sudah ditentukan oleh Allah SWT merupakan jalan yang terbaik. Contoh paling sederhana, misalnya pada suatu hari saya memiliki janji bertemu dengan seseorang. Janji ini sudah sangat ditunggu, tapi keadaan berkata lain sehingga janji tersebut batal. Tentu ada rasa kecewa terlebih jika pertemuan tersebut terbilang penting. Tapi, kembali lagi berfikir bahwa hal tersebut sudah jalan paling baik yang ditentukan oleh Allah SWT. Bisa saja jika pertemuan terjadi justru ada hal-hal yang tidak diinginkan apalagi jika berhubungan dengan nyawa. Percayalah bahwa kegagalan merupakan sesuatu yang menyelamatkan kita dari suatu bahaya.

  • Menikah

Kalau poin yang kedua ini memang sudah menjadi doa saya, bahwa saya memang ingin menikah sebelum menginjak usia 25 tahun. Walaupun pada usia 20 tahun saya sempat mengurungkan niat ini. Namun entah mengapa banyak sesuatu yang menunjukan ke saya bahwa menikah salah satu jalan terbaik dari Allah SWT. Kalau urusan menikah ini sepertinya belum bisa saya jelaskan secara rinci beserta alasannya. Tapi, satu hal yang perlu diingat bahwa menikah merupakan ibadah kepada Allah SWT, menyempurnakan separuh agama, serta menjauhi diri dari segala perbuatan yang tidak disukai Allah SWT.

Selain menikah, menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak kelak menjadi salah satu wish list saya. Tidak hanya baik, namun dapat berbagi ilmu dengan cara yang benar sehingga anak bisa menjadi seorang sahabat dengan Ibu nya. Ilmu yang dimiliki seorang Ibu adalah untuk anak-anaknya, karena Ibu merupakan madrasah bagi anak-anaknya. Jadi, kalau kalian merupakan seorang sarjana namun dikucilkan orang karena belum memiliki perkerjaan, jangan sedih. Karena, ilmu yang kalian miliki nanti nya sangat berguna untuk anak-anak kalian.

  • Membangun keluarga kecil 

Membangun keluarga kecil yang bahagia menjadi impian setiap orang. Yap, saya juga memiliki impian itu kok. Sekarang tinggal bagaimana saya mewujudkan mimpi tersebut dengan usaha dan doa.

  • Memiliki usaha kecil (profesi)

Bagi saya waktu dengan keluarga sangatlah berarti. Maka dari itu saya ingin menjadi seorang Ibu dan Istri yang memiliki banyak waktu untuk keluarga. Sehingga saya dapat melihat dan menikmati perkembangan anak. Maka dari itu saya memilih untuk memiliki usaha sendiri di rumah, entah apa pun itu tapi lihat saja nanti. Selain itu, kini saya mencoba untuk memiliki usaha yang dapat membantu orang banyak. Pelajaran yang perlu diambil adalah, memudahkan urusan orang itu sangat baik hukumnya. Kalau bisa usaha kecil yang saya miliki nanti dapat berupa kemanusiaan, InshaAllah.

Kalau disebutkan wish list lainnya bisa banyak sekali ya. Tapi, ini adalah wish list yang paling penting, InshaAllah dengan doa dan usaha semua bisa berjalan dengan lancar. Terakhir, untuk menjalankan ini semua tidak cukup jika hanya dengan doa dan usaha, namun harus dibarengi dengan niat yang baik.

Wish list di atas sudah ada sejak saya menginjak usia 20 tahun. Semakin bertambah usia (dalam bentuk bilangan angka) maka semakin banyak wish list saya. Alhamdulillah satu persatu sudah dilewati dan sedang dalam perjalanan untuk meraih kesuksesan. Kadang, ada beberapa wish list yang tanpa sadar sudah saya gapai, hingga akhirnya hanya bersyukur yang dapat saya ucap bahwa semua sudah berjalan mulus, Alhamdulillah. 

Wish list ini akan menjadi to-do list dalam waktu dekat, InshaAllah.