Love, To Be Loved and Time (Bahasa)

Mencintai dan dicintai..

Mencintai, dicintai dan waktu. Bagi saya, tiga hal yang patut untuk menjadi sebuah pelajaran dalam hidup. Mencintai seseorang adalah sebuah kewajiban atas penghargaan akan sebuha kasih sayang. Lalu, dicintai adalah rasa yang harus disyukuri dan waktu merupakan pendukung paling penting untuk keduanya.

Tanpa waktu, bagaimana mencintai dan dicintai akan hadir dalam tiap rasa yang ada. Yap, bagi saya waktu merupakan faktor utama yang harus dihargai. Banyak seseorang yang menyerah untuk mencintai hingga hilang rasa dicintai karena tidak dapat menghargai waktu.

Tanpa sengaja saya menemukan sebuah kutipan, “she loves hard because she know how it feels be loved so little” Orang-orang yang merasa dicintai, sudah seharusnya paham akan kutipan tersebut. Tentang bagaimana bersyukur bahwa sudah dicintai, lalu kembali mencintai.

“she loves hard because she know how it feels be loved so little

Orang-orang yang mencintai memberikan waktu, sedikit waktu, untuk terus menjalin sebuah komunikasi. Untuk apa? Ya, untuk terus memberikan rasa kepada orang yang dituju, agar orang tersebut merasa tetap dicintai. Sayangnya, orang-orang yang dicintai tidak paham betul bahwa mereka telah diberikan sebagian waktu atau bahkan seluruhnya hanya untuk memastikan mereka dalam keadaan baik.

Keadaan ini sering kali saya temui pada hubungan yang sudah cukup lama. Yap, saya anggp bahwa beberapa pasangan merasa sudah saling memahami, sehingga lupa untuk menghargai. Baik yang mencintai dan dicintai sudah merasa terbiasa, hingga timbul lah rasa “memudahkan” segalanya, baik dalam segi perasaan dan waktu. Lalu, mereka berpisah hanya karena tak sanggup untuk mencintai dan dicintai. Entah salah satunya ada yang merasa bosan dan lain sebagainya.

Banyak hal kecil yang dilakukan oleh orang-orang yang mencintai. Namun, beberapa orang yang dicintai, susah untuk memahami, bahwa apa yang dilakukan adalah sebuah ungkapan rasa kasih sayang dan saling membutuhkan. Mirisnya, orang yang dicintai merasa “risih” dengan keadaan tersebut. Yap, hingga mereka merasa kehilangan.

Kembali lagi, bahwa apa yang ada harus disyukuri. Kembali lagi melihat hal-hal kecil yang telah dilakukan, baik mencintai dan dicintai oleh pasangan, orang tua, keluarga atau sahabat. Setidaknya, dengan kembali melihat hal-hal kecil yang telah dilakukan untuk sebuah ungkapan kasih sayang dapat meningkatkan kualitas bersyukur. Kunci utamanya adalah bersyukur dan selalu merasa cukup dengan apa yang ada.

 

 

 

Advertisements

Author: Shintria

Express herself better in writing than in conversation, dislike small talk, need time to think before speaking. Current profession as a freelance content writer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s