Introvert dan (Anak Bungsu) Manja?

Hello, sudah memasuki tahun 2017 pasti banyak harapan-harapan yang lebih baik untuk dipanjatkan, ya!  Tentunya setiap pergantian tahun, doa yang paling utama adalah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun, menjadi lebih baik atau tidaknya tergantung dari setiap pribadi yang menjalankan. Menurut saya, pribadi itu sendiri yang merasakan dan tahu betul perjalanan hidup mereka. Well, bukan itu yang menjadi poin utama dalma tulisan saya kali ini.

Yup, sesuai dengan judul di atas yaitu ‘Introvert dan Manja?’. Kenapa saya bisa merasa bahwa sepertinya saya ini tergolong dalam orang yang introvert. Awal mula terjadi saat saya duduk di bangku kuliah. Saat itu mata kuliah psikologi komunikasi membahas mengenai 3 jenis kepribadian umum pada manusia. Ya, 3 jenis kepribadian umum pada manusia meliputi Introvert, Extrovert dan Ambivert. Cerita singkatnya, saat itu dosen saya menjelaskan mengenai ciri-ciri manusia dengan pribadi introvert. Setiap kali dosen saya menjelaskan ciri-cirinya, saya mengangguk dan merasa seperti berkaca (oh yea, that’s me!). Setelah itu saya merasa bahwa saya memiliki kepribadian introvert, walau pun belum teruji secara resmi oleh ahlinya ya hehe. But, i’m sure i am an introvert person.

introvert-2
Source Introvertdear.com

Selanjutnya, saya merupakan anak  bungsu dari tiga bersaudara. Seperti biasa, anak bungsu selalu dikatakan sebagai anak yang manja. Mungkin memang sudah banyak terbukti atau sudah menjadi pandangan dari setiap orang mengenai pribadi si anak bungsu. Saya pribadi kadang suka kesal dikatakan sebagai anak bungsu dengan pribadi yang ‘manja’. Karena, saya sendiri tidak merasa manja pasalnya dari kecil hingga kini saya bukan seperti anak raja yang diantar kemana-mana dengan supir dan pengawal, setiap masalah selalu mengadu pada orang tua, atau selalu mengadahkan tangan dan menangis jika tidka dituruti kemauannya.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa saya merupakan anak bungsu dengan pribadi introvert. Perlu saya luruskan di sini, bahwa anak bungsu merupakan anak terakhir dengan catatan tidak semua bungsu itu manja. Saya yakin, setiap anak memiliki karakter pribadi yang manja, karena ingin sekali diperhatikan oleh orang tua secara lebih. Mungkin karena anak bungsu merupakan anak terakhir, terlebih jika kedua anak sudah menikah, alhasil siapa yang akan diperhatikan lagi oleh orang tua? Tentu, karena tinggal anak bungsu yang belum menikah maka orang tua memberikan perhatian yang penuh pada anak bungsu ketika kedua kaka nya sudah menikah. Itu lah sebabnya, banyak orang yang melihat bahwa anak bungsu sangat lah dimanja.

Saya tidak membela diri sendiri, saya pun terima saja dikatakan sebagai anak bungsu yang manja dan pemalu padahal saya memiliki pribadi introvert. Trust me if you know about introvert, you’ll know about my character. Saya bukan sosok yang pemalu, namun introvert memiliki caranya sendiri untuk menjadi pribadinya di depan orang banyak. Jika dihadapkan dengan situasi yang baru, maka saya akan diam. Tapi apa kah Anda tahu, bahwa diam saya merupakan cara saya untuk mengobservasi lingkungan sekitar. Ya, mungkin terdengar sedikit konyol. Tapi, itu semua memang yang saya rasakan. Saya pun ingin sekali menjadi sosok yang ambivert sehingga mudah disukai oleh banyak orang. Namun, saya tidak mampu. Hal tersebut tidak membuat saya menjadi diri sendiri. Saya tidak suka dengan basa basi, lebih tepatnya tidak bisa sama sekali. Tidak jarang, banyak orang yang pertama kali melihat saya merasa jengkel. Sudah menjadi sesuatu yang biasa jika orang tersebut (setelah kenal cukup lama) akan mengatakan “dulu pertama kali liat lo, gue kesel banget. Jutek dan sombong” pada kenyataanya saya tidak begitu lho.

introvertdoodles
Source Introvertdoodles.com

Jika saat ini saya telrihat seperti manja atau dimanja, itu salah. Orang tua saya  adil dalam memberikan perhatian kepada ketiga anaknya, termasuk saya. Dari TK saya sudah diajarkan untuk naik angkutan umum, SD saya sudah diajarkan untuk naik bus kota jaraknya yaitu dari Mayestik, Jakarta Selatan hingga Bintaro Jaya. Saat itu saya harus menaiki bus kota lalu dilanjutkan dengan naik angkutan umum untuk sampai di rumah. Hal tersebut terus berlanjut hingga SMP, SMA, dan Kuliah. Walau saat itu juga dibarengi dengan naik ojek, namun saya tetap merasakan nikmatnya panas dan hujan. Setiap kali berangkat untuk sekolah, saya sudah menyiapkan sandal jepit dan jas hujan. Namun, itu semua menyenangkan dan menjadi pengalaman pribadi untuk saya. Bahkan saya memiliki rencana, nanti jika saya telah berkeluarga saya harus tinggal jauh dari orang tua. Dengan begitu saya dapat membuktikan bahwa tidak semua anak bungsu itu manja.

Well, kadang banyak hal kecil yang tidak dilihat oleh orang-orang sehingga mereka mudah untuk menyimpulkan. Tapi, saya tidak masalah jika dikatakan manja, toh yang tahu dan merasakannya hanya saya dan keluarga.

Saya merasa bersyukur dengan memiliki pribadi introvert sebagai anak bungsu yang kata orang manja. Setidaknya, pasti ada kelebihan yang saya memiliki walaupun  orang lain tidak melihatnya. Yap, karena orang yang tidak menyukai saya tidak akan perduli seberapa banyak kelebihan yang saya miliki.

That’s a piece of story about myself. So, you can get to know me for better

Love,

SM

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s