Japan Trip With My Best

Processed with VSCO with p5 preset
Photo by ShintriaM

Hai, kali ini saya akan berbagi cerita mengenai perjalanan kedua ke Jepang. Sebelumnya pada tahun 2015, saya berkesempatan mencicipi Jepang selama 5 hari. Setelah akhirnya pada tahun 2016 tepat bulan Maret, saya kembali mengunjungi Jepang dengan waktu yang cukup lama yaitu 10 hari (seru!). Perjalanan kali ini mengesankan karena banyak cerita seru yang tidak akan terlupakan. Bahkan tanpa disangka-sangka saya bisa kembali mengunjungi Jepang bersama dengan sahabat sejak SMP.

Saat itu saya berencana menghadiri wisuda di salah satu Universitas di Yokosuka, Jepang. Wisuda dilaksanakan pada 21 Maret 2016, saya memutuskan untuk berangkat pada tanggal 18 Maret dengan maskapai Cathay Pacific. Sebelumnya saya pikir akan berangkat dan menghabiskan waktu sendiri selama di Jepang hingga graduation tiba. Rasa khawatir tentu ada karena saat berangkat tentu harus transit di Hong Kong yang saya pribadi belum ada pengalaman untuk melancong ke luar negeri sendiri. Syukur lah, sahabat saya secara mendadak dan nekat bersedia menjadi teman perjalanan saya. Secara cepat dan tanggap ia langsung membeli tiket dengan waktu yang sama dengan saya, berikut visa. Kebetulan ia juga ingin merayakan ulang tahun di Disney Land Tokyo sekaligus berkunjung ke Fujiko F. Fujio Museum.

Yup, tiba di hari yang ditunggu saya sampai lebih dulu di bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.30 Pagi. Saat itu hari Jumat, saya berangkat lebih awal karena takut jalan macet. Ternyata benar sekali, sahabat saya sampai dengan waktu hanya beberapa menit lagi counter check-in ditutup. Alhasil, kami harus berlari agar tepat waktu sampai di gate. Karena, untuk penerbangan International sendiri butuh waktu yang panjang hingga melewati security check dan imigrasi. Tepat pukul 08.30 Pagi pesawat kami berangkat menuju Hong Kong dan berlanjut ke Tokyo (NRT). Perjalanan ditempuh selama 9h 45m, 1 transit. Cukup membosankan tapi seru sekali, karena sama sekali tidak pernah terbayangkan bisa ke Jepang bareng sahabat sejak SMP. FYI, kami tidak pernah merencanakan lho.

Yay! akhirnya sampai di bandara Narita, Tokyo pada 20.15 Malam. Jetlag sudah pasti! Saat tiba saya terjebak di imigrasi karena lupa dengan alamat apartment yang sudah kami booked via Airbnb. Sang petugas imigrasi menanyakan dengan detail siapa pemilik apartemen lain sebagainya, tapi semua bisa teratasi saat petugas tahu bahwa kami berdua dan tidak sendiri hehe. Sampai di Tokyo seperti biasa kartu Indonesia belum bisa dipakai, karena saya mengandalkan wifi yang ada di bandara. Namun entah kenapa saat itu wifi bandara Narita tidak bisa digunakan. Kami yang sudah cukup kelelahan bingung untuk melihat jadwal kereta yang harus menggunakan jaringan internet. Sahabat saya mengaktifkan kartu Indonesia dengan biaya yang cukup mahal. Kami cukup tertolong selama beberapa saat walaupun koneksi tidak lancar.

Pertama yang kami lakukan saat sampai bandara yaitu mencari jadwal kereta melalui google maps. Selanjutnya kami membuat Pasmo untuk naik kereta, biar lucu bikin pakai nama ya hehe jadi bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Kami isi saldo pasmo 10.000 yen atau setara dengan 1 Juta Rupiah. Dengan saldo tersebut, kalian bisa kemana pun tapi pilih perjalanan yang sesuai. Google maps sendiri akan memberi tahu jumlah biaya yang dikeluarkan saat naik kereta di Jepang sesuai tujuan kalian.

Jepang sendiri tidak diragukan lagi ketepatan waktunya, jika kereta dikatakan sampai di eki (stasiun) 5 menit lagi, maka kereta benar-benar akan sampai dalam waktu 5 menit tidak lebih tidak juga kurang, salut!. Jadi, saya tidak perlu takut untuk terlambat sampai tempat tujuan. Okay, lanjut.. kami janji bertemu dengan teman kami di salah stasiun *lupa namanya*. Saat itu kami belum tahu mana kereta lokal dan JR, sehingga menghabiskan banyak waktu karena rute kereta yang lebih panjang. Setelah bertemu dengan teman kami, perjalanan dilanjutkan ke Gotanda-Eki karena apartment kami berada di kawasan Gotanda. Kami berjalanan cukup jauh dengan membawa koper besar dan memutuskan untuk naik taksi karena hujan turun cukup lebat saat itu.

Processed with VSCO with p5 preset
Photo by ShintriaM

Sampai di apartment yang cukup untuk kami bertiga hehe. Untuk ruangan di Jepang sendiri terbilang sangat efektif. Semua ruangan terpakai walaupun kecil. Mereka tidak membuang banyak ruangan, semua ruangan dibuat berdasarkan fungsi. Saat bersama sahabat saya, kami menyewa apartment yang langsung dengan kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Kisaran harganya cukup murah jika kalian ke Jepang bersama keluarga atau dengan banyak orang, karena bisa patungan. Malam pertama, kami memutuskan untuk istirahat di apartment, makan rendang dengan nasi yang dibeli di Family Mart :’). Oia, kalau sewa apartment fasilitas yang didapat cukup banyak salah satunya wifi portable hehe jadi kalian ngga perlu khawatir telat update social media :p

Hari kedua, kami berkunjung ke Disney Land Tokyo. Yeay! That was my second time to visited The Happiest Place On Earth! so happy!. Sebelumnya kedua teman saya pergi duluan ke Disney Land, saya memutuskan untuk bertemu dengan seseorang di Muji Cafe masih kawasan Gotanda setelah akhirnya menyusul kedua teman saya. Dua kali saya berkunjung ke Disney Land dengan orang-orang spesial dalam hidup. Kami menghabiskan banyak wkatu saat itu di Disney Land sampai parade malam dan kembang api berakhir pukul 21.00. Saat itu sudah memasuki spring namun masih sangat dingin sekitar 9 – 10°C. Saya membawa beberapa baju hangat, tapi yang paling bisa menahan dingin hanya satu. Jadi, jangan heran jika di foto saya sama semua, tapi saya ganti baju kok hanya coat yang sama. Setelah menikmati Disney Land, kami memutuskan melewati malam minggu di Shibuya. Perut yang sudah sangat lapar membawa kami menyantap hidangan sate khas Jepang yaitu Yakitori. Selain murah meriah, yakitori di Jepang itu rasanya beda.. mungkin juga karena suasana ya.

Processed with VSCO with p5 preset
Photo by ShintriaM

Keesokan harinya, kami berkunjung ke Fujiko F. Fujio Museum. Mungkin bagi para pecinta kartun animasi Doraemon, akan puas melihat museum ini. Terlebih lagi jika mengidamkan sang creator. Di museum tersebut banyak kisah awal mula terbentuknya Doraemon hingga souvenir lucu yang bisa menguras dompet. Sebelum ke museum, kami berjalan-jalan di sekitar shinjuku dan takeshita street (harajuku). Makan siang kami saat itu tendon. Bagi kalian yang tidak terlalu suka makanan Jepang, baik mentah, atau halal tidaknya, tendon pilihan yang tepat dan harganya juga pas di kantong. Tendon yaitu nasi yang di atasnya ada tempura (seafood, chicken, vegetable) lalu disirami soyu, enak!. Untuk harajuku sendiri kami mencuci mata dengan kumpulan sneakers yang ada di atmos dan lainnya. Selain itu, harajuku bisa menjadi tempat yang pas untuk berfoto.

Processed with VSCO with p5 preset
Photo by ShintriaM

Hari selanjutnya saya menghadiri wisuda di Yokosuka. Saat itu pertama kalinya saya berangkat sendiri dari Gotanda menuju Yokosuka dengan train. Modal google maps dan keberanian, asal ikut petunjuk google maps dan papan yang ada di stasiun, pasti sampai. Papan petunjuk yang ada di stasiun sudah cukup jelas kok, jadi tidak perlu khawatir. Pulang dari Yokosuka pun saya naik bus menuju stasiun dan lanjut naik kereta ke Gotanda untuk kembali bertemu dengan teman. Kami kembali menghabiskan malam di Shibuya, karena itu merupakan malam terakhir sahabat saya di Jepang sebelum kembali ke Indonesia. Seperti biasa untuk para wisatawan, Don Quijote (Donkihote) menjadi toko favorit untuk membeli oleh-oleh.

Processed with VSCO with c1 preset
Photo by ShintriaM

Saat sahabat saya kembali pulang ke Indonesia, menikmati hari-hari yang singkat di Jepang bersama dirinya merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Sementara itu saya kembali menghabiskan sisa waktu di Tokyo yang masih cukup panjang. Saya pindah ke apartment dekat dengan Tokyo Tower persisnya di Minato-ku. Cukup dengan jalan sedikit menuju halte bus, langsung naik menuju Tokyo Tower. Cuaca yang dingin tidak menyurutkan saya untuk menelusuri Tokyo, serta menikmati sore hari di Andpeople Cafe. Terletak di Harajuku, Andpeople mempunyai desain ruang yang unik. Kalian akan ditemani oleh secangkir matcha soybean latte dan kelambu, romantis! Tidak ketinggalan saya juga mengunjungi Cafe Kitsune di kawasan Omotesando. Cafe yang kecil namun tempatnya cocok untuk sekedar menikmati kopi sambil ngobrol. Jangan lupa untuk merasakan enaknya waffle matcha di Noa Cafe, Harajuku.

Processed with VSCO with p5 preset
Photo by ShintriaM

Tempat wisata lainnya saya kembali mengunjungi  Kuil Sensoji di Asakusa untuk kedua kalinya untuk membeli oleh-oleh. Tidak jauh dari Kuil Sensoji di Asakusa, saya berjalan untuk mengunjungi Meiji Shrine. Saya disambut dengan pepohonan yang rimbun, terlebih lagi saat itu udara sedang dingin. Sebelum kembali ke Indonesia, saya bersama teman yang tinggal di Tokyo menghabiskan malam di Shinjuku untuk semangkuk ramen Menya Kaijin. Dilanjutkan mengobrol cantik di Starbucks, Yokohama. Dulu, Yokohama mungkin hanya menjadi mimpi, tapi saat melihatnya secara langsung malam itu membuat saya tercengang tidak percaya. Perjalanan saya berakhir di Aqua City, Odaiba untuk menghadiri undangan makan siang dari kerabat dekat. Menyenangkan sekali bisa berkunjung kedua kalinya ke Jepang. Masih banyak tempat yang belum saya kunjungi, semoga diberikan kesempatan lagi.

Untuk itinerary bisa tanya ke saya langsung ya, dengan senang hati akan saya beri tahu cara aman untuk akomodasi kalian selama di Jepang 😉 Serta cara-cara membaca google maps dan jadwal kereta.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s