Talk About Introvert

Apakah kamu pernah mempunyai teman yang pendiam, terlihat menyendiri, sombong, atau individualisme? Hmm… Coba sebaiknya kamu dekati orang tersebut secara perlahan. Bisa jadi ia tidak seperti yang saya sebutkan barusan.

Seperti judul di atas, “Who is Shintria Maylinia? And Here I am”. Yup, ini lah saya Shintria Maylinia. Sosoknya yang pendiam, terlihat sombong, menyendiri dan individualisme. No, I am not like that.. Saya tidak seperti yang kamu lihat hehe.

Di bawah ini adalah gambar atau bagan perbedaan introvert & extrovert.

pinterest

Saya pernah diberitahu dosen dalam mata kuliah Psikologi Komunikasi. Bahwa setiap orang mempunyai sifat masing-masing, seperti extrovert atau intovert. Extrovert lebih kepada seseorang yang terbuka, mudah bergaul, serta mempunyai banyak teman. Sedangkan introvert, pendiam, menyendiri, dan butuh waktu yang panjang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi, apakah kamu tahu bahwa seseorang yang mempunyai sifat introvert itu memiliki banyak ide yang terpendam, mudah bergaul, dan asik untuk diajak bicara. Ya, dapat saya simpulkan bahwa introvert adalah saya.

Percaya atau tidak percaya, 23 tahun hidup di dunia ini saya hanya memiliki -/+ 10 orang teman. Ya, tapi mereka yang berhasil mengerti makna di balik diam saya. Diantara mereka bilang bahwa saya mempunyai sikap yang berbeda saat bersama mereka dan dengan orang lain. Mengapa saya bersikap berbeda-beda? Baiklah, akan saya jelaskan. Saya akan mengeluarkan sikap dan sifat asli saya hanya kepada orang yang saya rasa cukup nyaman. Namun, jika saya rasa belum nyaman maka saya memilih diam dan kembali observasi keadaan sekitar saya.

pinterest

Saya lebih menyukai observasi keadaan sekitar terlebih dahulu. Bayangkan, 2 kali internship 2 kali saya harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Internship pertama saya hanya memiliki 1 teman dalam waktu 3 bulan. Internship kedua saya cukup bisa menikmati nyaman tapi tetap diam dan hampir memasuki waktu 3 bulan.

Memang kadang ini menyiksa diri sendiri. Beberapa orang yg baru mengenal bisa berprasangka bahwa saya sombong, pendiam, pemalu, dan sebagainya. Namun itu semua salah. Saya bisa lebih dari itu semua. Saya bisa mudah tertawa, tersenyum, melepaskan semua ide, hanya kepada orang yang saya anggap nyaman. Tapi, saya merasa bahagia karena dengan mudah saya bisa membedakan mana yang benar-benar teman dan tidak. Selain itu saya tidak perlu merasakan kerugian akibat dikhianati rekan kerja yang ternyata hanya memanfaatkan (bukan suudzon, tapi pada kenyataan nya di setiap lingkungan kerja pasti ada) atas nama persaingan.

Sejauh ini beberapa orang yg sudah mengenal saya lebih dekat, mereka hanya mengatakan, “shintria ngga gitu aslinya”. Alhamdulillah, belakangan ini saya sedang berusaha untuk memperbaiki diri dengan memulai obrolan (walaupun sangat berat).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s