Thought: Memiliki Untuk Meningkatkan Status Sosial Tapi Tidak Mengerti Fungsi Sesungguhnya

“Buat apa beli barang dengan brand terkenal, tapi tidak menjalankan fungsinya dengan baik.”


Belakangan ini saya banyak memperhatikan akan gaya hidup. Baik dari diri sendiri atau orang lain. Kadang, saat melihat orang lain sekaligus menjadi muhasabah bagi diri sendiri. Gaya hidup di dunia memang tidak akan pernah ada habisnya, sesungguhnya itu semua sementara dan fana. Tapi, apa daya manusia hanya bisa tergiring oleh nafsu. Menurut saya, salah satu nafsu manusia yaitu ada pada gaya hidup.

Dulu, saya pernah bertemu dengan seseorang yang sampai saat ini kalimatnya mampu menjadi pagar dalam gaya hidup saya. Singkat cerita, waktu itu saya memiliki sebuah tablet dari brand terkenal, bisa disebut high end product. Pada saat itu kebodohan saya akan penggunaan teknologi tablet tersebut tidak signifikan. Bahkan saya sendiri tidak tahu betul apa sebenarnya guna dari tablet tersebut. Seperti biasa hanya saya gunakan untuk melihat sosial media, foto, email, sepertinya tidak lebih dari itu.

Hingga ketika saya bertemu dengan salah seorang, pas sedang membicarakan teknologi teranyar saat itu. Saya cukup heran, kenapa mereka mampu membicarakan teknologi dari produk terkenal namun yang dimiliki hanya biasa saja. Saat itu, seorang wanita meminta saran apakah ia harus mengganti handphone dengan produk dari high end product tersebut. Sang pria pun menjawab dengan menjelaskan fungsi sesungguhnya dari teknologi high end product itu. Pada akhirnya sang pria mengeluarkan sebuah kalimat,”Kamu, tahu apa sesungguhnya fungsi dari handphone mu? kamu, sudah menjalankan fungsi handphone itu dengan baik? Buat apa membeli barang dari produk terkenal dengan harga mahal, spesifikasi bagus, tapi kamu hanya jadikan handphone mu hanya untuk telpon, sms, email, chat, sosial media dan foto-foto.” Saat itu saya masih mengabaikan, jujur saat itu saya benar-benar tidak peduli.

Namun, belakangan ini kutipan kalimat tersebut amatlah penting bagi saya. Jujur, diam-diam saya memperhatikan banyak orang yang rela menyusahkan diri sendiri untuk membeli barang atau teknologi mahal, bahkan tidak tahu fungsi sesungguhnya untuk apa. Tidak lain tidak bukan yang pertama kali dilihat adalah spesifikasi kamera. Lalu, buat apa beli handphone mahal dengan brand terkenal, namun hanya untuk foto, mirisnya hanya sekedar untuk foto diri sendiri. Saya bisa memberikan apresiasi lebih bagi mereka yang membeli handphone dari high end product tapi digunakan sesuai dengan fungsinya. Misal, kamera dengan resolusi terbaik dipakai untuk memotret lingkungan sekitar yang indah, bukan sekedar untuk diri sendiri agar wajah tampak cantik dan mulus saat ingin upload ke media sosial.

Lifestle quotes
Pinterest

Sebenarnya, apakah benar-benar membeli handphone high end product karena fungsi spesifikasinya atau hanya sekedar gengsi akan gaya hidup? Yap, saya paham betul dengan memegang produk terkenal tersebut akan menciptakan stigma yang mewah dari orang yang melihat. Tapi, di satu sisi hal ini menyadarkan saya bahwa tidak semua orang “kaya” memakai barang atau teknologi dari high end product. Atau, apakah orang yang saya pandang “kaya” dan “mampu” membeli high end product benar-benar mengerti fungsi dari produk tersebut?

Balik lagi sih sebenarnya semua hak masing-masing, toh yang capek cari uang buat beli handphone dari high end product juga bukan saya hehe.. Hanya saja, penekanan saya ada pada buat apa beli handphone spesifikasi terbaik dari produk terkenal namun hanya digunakan untuk foto wajah diri sendiri, menunjukan dan meningkatkan status sosial, tapi tidak menjalankan fungsi spesifikasi handphone tersebut dengan sesungguhnya.

Kalimat tersebut juga menyadarkan saya, bahwa banyak orang yang rela bekerja keras demi meningkatkan status sosial di mata masyarakat sekitar. Masih belum paham juga? Baik, contohnya seperti saya ingin membeli handphone dari salah satu merk terkenal dengan spesifikasi RAM 4GB, memory 64 GB, layar bla bla bla untuk apa? ya misalnya dengan spesifikasi tersebut saya bisa gunakan untuk menyimpan foto-foto online shop, bahkan suka banyak chat dari customer agar tidak error. Contoh lain, saya membeli handphone dengan spesifikasi tersebut, harganya terbilang mahal, namun saya memerlukan teknologi tersebut untuk membuka email dari klien, menggunakan untuk menulis dokumen, menggambar sketsa, presentasi, desain, juga tingkat keamanan teknologi ini saya perlukan untuk hasil karya saya.

Kalau menurut saya, mungkin hal ini adalah proses dari meningkatnya rasa gengsi akan gaya hidup. Tapi, lain lagi jika barang atau teknologi high end yang dimiliki berasal dari hadiah dan pemberian kerabat.

Mungkin sebaiknya, jika memiliki barang atau teknologi dengan harga fantastis, spesifikasi baik, gunakan sesuai dengan fungsinya. Kalau tidak, sebaiknya beli dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan agar tidak mubazir kalau kata orang mah.. hehe..

***

Tulisan di atas merupakan hasil pemikiran pribadi saya, tanpa ada rasa iri atau dengki :p

Advertisements

Untuk Mereka Manusia Kuat

Manusia yang kuat, berlari perlahan hingga berkeringat. Meniti karir hingga tak hentinya berjuang. Menghadapi realita bahwa kehidupan tak semudah yang kau bayangkan. Berharap masih ada cerita indah di balik kuatnya sosok manusia. Tangguh, tanpa lelah, seolah mereka tahu betul kisah sosok manusia kuat.

Banyak perasaan yang terpendam, rencana yang tertunda, kebahagiaan yang seakan palsu. Ya, hanya mereka yang tahu bagaimana rasanya menjadi manusia kuat.

Tidak sedikit orang-orang membicarakan sosok manusia yang sebenarnya kuat. Mereka diam sejenak untuk menghela nafas, seolah orang-orang melihat mereka itu lemah. Namun, siapa yang tahu keringat yang bercucuran, nafas hingga tangis terisak, tersembunyi di balik senyum manisnya.

Oh, Tuhan.. berikan hati yang ikhlas pada mereka, sosok manusia kuat. Sosok manusia yang selalu dianggap sebelah mata, tanpa tahu alasan yang sesungguhnya. Mereka, mungkin menyembunyikan perjuangan untuk menunjukan bahwa mereka kuat.

Aku percaya, manusia lain hanya bisa bicara tanpa tahu betul apa yang sedang mereka perjuangkan. Manusia lain hanya mampu menafsirkan diri mereka, tanpa tahu rasanya….

cropped-header-image.jpg

Review Facial Wash Update: St Ives, Perfect Whip and Cetaphil

Hi,

Kulit wajah merupakan salah satu hal terpenting dalam diri setiap wanita, termasuk saya. Tentu setiap wanita tahu, bahwa menjaga kebersihan kulit wajah itu penting. Dengan menjaga kebersihan kulit wajah, maka akan terlihat lebih cerah dan sehat. Terlebih dengan wanita yang memiliki kulit wajah yang sensitif. Ya, kulit wajah saya bisa terbilang sensitif, tidak bisa asal dalam memilih produk skin care terutama facial wash.

Bagi saya, facial wash salah satu produk paling penting sebagai penunjang kebersihan wajah. Menurut saya, jika hanya dengan rutin cuci muka dengan facial wash maka kulit akan terawat. Karena, kulit wajah bisa menyimpan banyak kotoran lho, seperti polusi, debu dan lain sebagainya. Kotoran tersebut akan masuk ke dalam pori-pori yang bisa menyebabkan jerawat. Nah, dengan membersihkan wajah secara teratur, setidaknya kita bisa membuang kotoran yang menempel baik pada lapisan luar kulit hingga pori-pori.

Tentu, sudah banyak produk facial wash dengan beragam fungsi dan manfaat. Kalau saya pribadi sudah jatuh cinta dengan perfect whip facial wash dari Senka. Sebelumnya saya sudah membuat review mengenai produk ini ya. Tapi, tidak ada salahnya untuk terus update agar lebih terlihat kehebatan produk ini.

Sebelumnya, produk ini hanya bisa dibeli di Jepang, Malaysia, Thailand (itu yang saya tahu). Belakangan ini perfect whip facial wash sudah masuk ke Indonesia, ini merupakan kabar yang menyenangkan sih buat saya. Tidak hanya bisa dibeli online, produk ini bisa ditemukan di Watson. Produk facial wash produksi Senka ini baru masuk dengan jenis perfect whip dimana ya hanya pembersih wajah dengan busa yang lembut (duh, pokoknya bagus deh.. susah jelasinnya) Sebenarnya, Senka sendiri memiliki banyak produk pembersih wajah lainnya, itu yang membuat saya cukup penasaran.

Saya, sebagai wanita yang sangat memperhatikan kebersihan wajah, tergiur dengan St.Ives. Yap, produk ini terkenal dengan ragam varian facial scrubs yang bisa membersihkan pori-pori dan exfoliating. Penasaran sih, akhirnya saya membeli di Watson. Sayangnya, saat itu saya hanya menemukan gentle smoothing oatmeal scrub & mask. Tidak ada salahnya untuk saya mencoba…

Selain dua produk yang sudah saya ceritakan di awal, saya cukup tertarik dengan Cetaphil. Produk ini pun memiliki good review, sehingga saya membelinya. Awalnya, saya mencoba produk ini untuk body wash, karena jujur kulit saya semua serba sensitif (bingung juga kenapa huhu..)


Cetaphil dll edited

Perfect Whip by Senka

Kalo produk ini sih jangan ditanya ya.. Saya sudah jatuh hati pada produk ini, sehingga kulit saya mungkin tidak bisa seperti sekarang tanpa dia hehe. Karena produk ini sudah saya review sebelumnya, maka saya akan membuat perkembangan setelah memakai produk ini selama satu tahun. Okay, sebelum masuk ke Indonesia saya sudah stock produk ini hingga sekarang hanya tersisa dua. Saya baru sadar, kalau produk ini memiliki isi yang banyak (enggak mau rugi haha..)  Jadi, kalau pun pemakaian cukup sering, sebulan pemakaian masih ada sisa lah.

Selama satu tahun pemakaian, tetap kulit terasa bersih, kenyal dan lembab. Kulit wajah jadi terasa lebih bersih setelah cuci muka pakai perfect whip facial wash. Biasa saya pakai di pagi hari dan malam sebelum tidur. Kebetulan saya punya yang ukuran kecil, jadi bisa saya pakai saat sedang ada kegiatan di luar.

Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask by St.Ives s

Setelah melihat banyak review mengenai St.Ives, saya tergiur untuk mencobanya. Kebetulan Senka dengan jenis scrub belum masuk ke Indonesia, jadi saya mencoba produk dari St.Ives. Sesuai dengan jenisnya, bahwa produk ini memiliki kandungan oatmeal yang bisa membersihkan wajah, mengangkat sel kulit mati hingga ke dalam pori-pori. St.Ives facial scrub memiliki 3 exfoliation factor, yaitu gentle, moderate dan deep.

Saya biasa memakai produk ini hanya sebagai scrub setelah memakai makeup dan di saat wajah terlihat tidak cerah. Kalau saya pribadi hanya memakai ini di saat membutuhkan saja atau bisa dalam seminggu 2 kali. Walaupun produk ini memiliki exfoliation factor (mungkin karena scrub) sejauh ini tidak membuat kulit saya menjadi kering. Justru setelah pemakaian, selain merasa bersih juga merasakan kulit wajah menjadi lebih lembut. Tapi, harus menyeimbangkan dengan skin care lainnya ya.

**

Oia, kalau yang saya punya ini desain pada kemasan lama ya. Untuk St.Ives sendiri kini memiliki kemasan dengan desain yang baru.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser 

Sebenarnya, saya beli Cetaphil gentle skin cleanser untuk body wash. Tapi, di saat bersamaan karena terlalu sering cuci muka, saya merasa kulit menjadi sedikit kering. Akhirnya, saya menyiasati cuci muka dengan produk yang menurut saya tidak terlalu berat untuk kulit wajah. Yap, saya memakai Cetaphil kalau saya merasa kulit sudah mulai merasa kering namun harus TETAP cuci muka hehe.. Kadang saya memakai Cetaphil kalau sedang berada di dalam rumah saja atau pada pagi hari. Jadi, kulit tetap bersih dan terjaga lembabnya.

Awalnya, saya merasa aneh karena teksturnya yang cair dan tidak berbusa. Ternyata, Cetaphil ini bisa sebagai pembersih wajah tanpa dibilas dengan air. Jadi, bisa membersihkan wajah hanya dengan Cetaphil dan kapas. Tapi, kalau saya prefer dengan bilas air ya..

Sekian review update dari saya.. semoga bermanfaat ya..

 

REVIEW: Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water VS Freshel Cleansing Cream

Hi,

Belakangan ini lagi sibuk banget urus ini itu, jadi menulis pun terhambat. Alhamdulillah, dapat bahan yang bisa saya bagi ke pembaca hehe.. Sesuai dengan judul yaitu balik lagi deh ke review update. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saat memakai dua cleansing dengan jenis dan brand yang berbeda.

Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water, merupakan produk Garnier yang berfungsi untuk membersihkan makeup. Dengan konsep all-in-one, pembersih makeup ini bisa mengangkat hingga sisa-sisa makeup pada wajah. Selain itu, ini merupakan pertama kali Garnier memberikan memadukan antara micellar dan minyak argan, sehingga tidak hanya dapat membersihkan juga menutrisi kulit. Jadi, dengan teksturnya yang cair, dalam beberapa kali usap bisa membersihkan makeup.

Nah, berbeda dengan Freshel Cleansing Cream. Saya tidak tahu pasti, produk ini keluaran Kanebo atau Freshel sendiri. Namun, waktu saya dapat dari suami saat itu pada kemasannya masih ada tulisan Kanebo.. but…nevermind. Jadi, makeup removal ini mempunyai tekstur krim dengan butiran halus. Fungsinya masih sama, yaitu untuk membersihkan makeup tanpa membuat kulit menjadi kering. Selain sebagai pembersih makeup, Freshel cleansing cream can also be used as a massage cream.


Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water vs Freshel Cleansing Cream

Review Update:

Well, belakangan ini saya sedang mencoba Garnier micellar oil sebagai pembersih makeup. First impression saya terhadap produk ini memuaskan sih. Entah saya belum pernah memakai produk pembersih selain ini dengan tekstur oily dan cair, tapi Garnier micellar oil ini bisa membersihkan makeup tanpa rasa kering pada wajah. Selain itu, walaupun ada terdapat kandungan minyak argan, sama sekali tidak meninggalkan rasa lengket pada wajah. Justru membuat wajah saya menjadi segar. Lebih menyenangkan lagi, bahwa Garnier micellar oil ini bisa membersihkan makeup pada mata.

Garnier edited
Photo by Shintria

Sebelum memakai Garnier micellar oil, saya menggunakan Freshel cleansing cream sebagai pembersih makeup pada wajah. Teksturnya yang cream, selain bisa membersihkan makeup, biasa saya gunakan saat kulit mulai terasa kering. Freshel cleansing cream ini bisa mengangkat makeup pada wajah saya. Tapi, tetap harus dilakukan secara berulang hingga benar-benar bersih. Seperti biasa saya memakai nya dengan meratakan seluruh cream pada wajah kecuali mata. Selanjutnya, saya bersihkan sambil memijat hingga butirannya menghilang, serta cream menjadi lebih light. Lalu, saya bersihkan dengan kapas, setelah itu saya membersihkan wajah dengan face wash.

freshel edited
Photo by Shintria

Untuk Garnier micellar oil memiliki nilai plus, karena dapat membersihkan seluruh makeup termasuk pada bagian mata. Selain itu, hanya dengan beberapa kali usap bisa bersih, kulit pun terasa segar. Walau setelah itu tetap saya basuh kembali dengan face wash dan air. Namun, produk ini tidak bisa sebagai cream massage, jadi hanya sebagai pembersih. Berbeda dengan Freshel cleansing cream yang bisa membersihkan sekaligus massage wajah. Tapi, Freshel tidak bisa membersihkan makeup pada bagian mata.

So, semua kembali lagi pada kebutuhan masing-masing ya. Tapi, sejauh ini saya tetap memakai keduanya, sesuai keinginan. Jika saya rasa, makeup terlalu tebal ya.. mungkin cleansing oil dapat membantu. Tapi, jika merasakan kulit sudah mulai kering, makeup juga tidak terlalu tebal ya saya memakai freshel cleansing cream.

Yap, segitu saja review saya kali ini. Untuk freshel cleansing cream sudah ada di post saya sebelumnya ya, silahkan membaca 🙂 Semoga review ini bermanfaat..

 

Review: The Power of Apple Cider Vinegar & Raw Honey (Madu Uray)

Siapa sih yang tidak ingin tubuhnya selalu sehat? Terlebih jika sudah memasuki usia di atas 25 tahun. Selain olahraga, tentu ada cara khusus untuk menjaga kesehatan dari dalam. Saya mungkin salah satu orang yang memiliki daya tahan tubuh kurang baik *terlebih jarang berolahraga hehe. Baru-baru ini saya terkena serangan migrain lagi, hingga akhirnya saya mencari-cari untuk memperbaiki daya tahan tubuh.

Sebenarnya saya sudah tahu cukup lama mengenai ramuan yang satu ini. Tapi, tidak yakin karena saya rasa terlalu asam, di samping itu saya ada riwayat sakit maag. Setelah mencari tahu melalui Instagram, ramuan ini memiliki banyak manfaat. Namun sayang, setiap saya ingin membelinya selalu habis. Melihat banyak komentar positif mengenai ramuan tersebut, membuat saya semakin penasaran.

Yap, cuka apel atau apple cider vinegar ternyata memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Selain untuk toner wajah, apple cider vinegar mampu menjadi detoksifikasi. Atau membersihkan racun dalam tubuh. Apple cider vinegar yang cukup terkenal yaitu Bragg, produk ini mudah ditemui kok. Namun, saat saya ingin membelinya selalu kehabisan. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli apple cider vinegar produksi lokal yaitu Pure and Simple. Produk lokal dari Bali ini tidak kalah khasiatnya dengan apple cider vinegar lain. Saya membelinya melalui online shop di Instagram @namaste_organic. Biasanya online shop ini menawarkan paket apple cider vinegar dan madu uray, tapi harus cepat-cepat ya.

Apple cider vinegar diketahui dapat menstabilkan kolesterol dalam darah, menjaga daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi dan lain sebagainya. Kalau saya sih lebih baik bisa menjaga daya tahan tubuh ya, sehingga bisa terhindar dari beragam penyakit.

ACV Edited
Photo by Shintria

Anyway, rasa penasaran saya tidak berhenti hanya pada apple cider vinegar, melainkan kepada madu uray atau raw honey. Saat itu yang selalu saya temui yaitu apple cider vinegar selalu bersanding dengan raw honey. Ternyata madu uray merupakan madu yang diproduksi langsung melalui lebah dari nectar bunga di hutan yang selanjutnya tanpa proses kimiawi. Jadi, madu uray merupakan madu yang 100% alami.

Kalau khasiat madu tentu sudah banyak yang tahu ya. Madu sendiri memiliki banyak khasiat, diantaranya dapat menjaga daya tahan tubuh, sumber energi yang banyak, antioksidan, hingga dapat merawat kecantikan.

Madu uray edited
Photo by Shintria

Cara mengkonsumsi apple cider vinegar ini sebenarnya cukup mudah. Kalau saya, biasanya konsumsi di pagi dan malam hari sebelum tidur. Pertama, saya larutkan jahe merah bubuk dengan air hangat. Selanjutnya, saya campurkan 2 sdm apple cider vinegar, 2 sdm madu uray. Banyak orang yang bertanya apa rasanya, pasti asem ya dan sebagainya. Hmm.. sebenarnya agak excited sih kalau jelasin rasanya, ENAK! Karena, ada rasa hangat dari jahe merah, sedikit asam dari apple cider vinegar, serta manis dari raw honey (madu uray). Saya rutin mengkonsumsi setiap pagi dan malam hari sebelum tidur, saya tidak menyangka kalau manfaatnya bisa dirasakan langsung.

Ya, manfaat yang saya dapat yaitu rasa pusing karena darah rendah saya menjadi berkurang, jauh berkurang. Selain itu, badan juga merasa lebih enak, gimana ya rasanya seperti fit. Belakangan ini saya juga baru menyadari bahwa sudah tidak pernah bersin lagi setiap pagi (alergi dingin). Apalagi jika konsumsi ramuan ini sebelum tidur, entah ini sugesti atau memang manfaatnya sebagus itu, tidur menjadi lebih nyenyak. Tidak hanya itu, setelah rutin konsumsi campuran apple cider vinegar, madu uray dan jahe merah, bisa memperbaiki pencernaan saya lho.

Mungkin setelah ini, sebelum habis saya akan buru-buru repurchase deh.. hehe. Namun, selain konsumsi secara rutin, jangan lupa harus dengan rasa yakin bahwa campuran ini mampu memberikan kesehatan bagi tubuh.

Selamat mencoba ^^

***

Oia, kalau ada yang bertanya mengenai jika ada riwayat penyakit maag boleh atau tidak? Saya belum bisa menjawab dengan pasti, karena tingkatan sakitnya berbeda ya. Saya punya riwayat sakit maag, tapi saya coba-coba dulu, kalau awalnya sudah tidak baik maka tidak saya teruskan hehe..Namu, kalau tidak yakin lebih baik jangan atau sebaiknya konsultasikan dulu kepada ahlinya ya 🙂

Hi, Migraine Aura

Hi,

Waktu itu. masih kelas 3 SD. Pertama kali, saya bertemu dengan kamu. Ya, pertama kali saya merasakan ada yang tidak beres pada penglihatan, hingga menimbulkan rasa sakit kepala yang hebat. Rasa sakit kepala sebelah, membuat saya menjadi serba salah. Melihat cahaya, menjadi bias, mendengar suara, semakin dan semakin membuat saya cukup menderita. Tidak hanya sampai situ, kamu membuat saya merasa mual. Kamu, selalu datang di saat yang tidak tepat. Di pagi hari, selalu pada pukul 09.00 dan berakhir pada angka 12.00 siang. Akhir yang membuat saya lega, penglihatan menjadi normal, cerah, mood kembali, namun…. kok kamu bisa membuat saya merasa jauh lebih lelah dan mengantuk ya.

Kamu tahu, kamu selalu datang dalam jangka waktu yang panjang. Membuat saya yakin seakan kamu bukan penyakit langganan. Hingga pada beberapa bulan selanjutnya, kamu datang kembali di waktu yang tidak tepat, ya.. saat Idul Fitri. Bayangkan, bagaimana saya harus menangani kamu yang bisa membuat rasa sakit. Seakan kamu tidak tahu, bahwa Idul Fitri adalah hari penuh kebahagiaan.

Pada akhirnya, ketika menginjak usia 25 tahun saya mencoba mencari tahu sendiri melalui internet dengan kata kunci “migraine.” Akhirnya, ada kecocokan pada penyakit yang satu ini, ya saya terkena migraine aura. Selanjutnya, saya mencoba konsultasi ke dokter mengenai kamu, migraine. Dokter pun berkata benar, saya terkena migraine aura. Sayangnya, kamu tidak bisa pergi selamanya dari hidup saya. Kamu hanya bisa pergi sementara, itu juga jika kamu datang dan lagi lagi membuat rasa sakit.

Dokter bertanya kepada saya, apakah saya tidur terlalu malam? Tidak. Kembali ia bertanya, apakah saya mengkonsumsi kafein? Tidak. Pertanyaan terakhir, apakah saya stres? 50:50, saya tidak bisa memastikan. Karena stres pun suka datang secara tiba-tiba 🙂 namanya juga hidup.  Akhirnya, dokter hanya memberikan saya obat pereda nyeri. Saya tahu, solusi terbaik adalah olahraga teratur dan pola hidup yang sehat sehingga dapat terhindar dari stres.


Semenjak saya tahu, bahwa selama ini saya berurusan dengan migraine aura. To be honest, membuat saya cukup lega. Setidaknya, saya tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Banyak di sini yang tidak tahu bahwa ada 3 jenis migraine, diantaranya:

  • Migraine tanpa aura, yaitu sakit kepala tanpa adanya gejala. Migraine ini dapat didiagnosis setelah pengidap mengalami migraine jenis ini sebanyak 5 kali.
  • Migraine dengan aura, yaitu sakit kepala yang diawali dengan tanda-tanda pada penglihatan. Seperti ada kilatan cahaya, kekakuan pada leher, hingga adanya rasa seperti kesemutan pada anggota tubuh. Migraine ini merupakan migraine klasik yang hanya sepertiga pengidap migraine merasakan hal ini.
  • Aura migraine tanpa sakit kepala, dimana pengidap mengalami aura (tanda-tanda aura di atas) tanpa adanya sakit kepala (source)

Migraine aura sering kali datang di waktu yang tidak tepat. Membuat saya terpaksa membatalkan janji, tidak bisa beraktivitas atau tetap menjalankan aktivitas namun harus merasakan sakit kepala sebelah yang semakin parah. Rasa sakit kepalanya seperti berdenyut, namun tidak bisa reda hanya dengan pijatan. Jika, migraine aura sudah menyerang, maka saya langsung masuk ke dalam ruangan entah itu kamar, matikan lampu, jauhkan diri dari cahaya dan suara. Sebisa mungkin berusaha tenang, selanjutnya menikmati rasa mual dan sakit kepala yang hebat. Biasanya, fase aura ini akan muncul sekitar 60 menit, selanjutnya akan ada sakit kepala sebelah, disusul dengan mual. Kurang lebih saya merasakannya hingga 3 jam, sampai sakit kepala mereda sendiri.

Migraine aura
Source pinterest

Ada empat fase yang kemungkinan terjadi sebelum munculnya migrain:[3]

  1. Prodromal, terjadi beberapa jam atau beberapa hari sebelum sakit kepala menyerang
  2. Aura, yang muncul tepat sebelum serangan sakit kepala
  3. Fase rasa sakit, juga disebut fase sakit kepala
  4. Postdromal, efek yang dialami setelah serangan migrain berakhir (source)

Lalu, apa yang saya rasakan sekarang sebagai pengidap migraine aura? Ya, saya merasakan trauma jika melihat cahaya, seperti ada rasa cemas jika migraine tersebut akan muncul kembali. Saya merasa tidak nyaman jika terpapar cahaya terlalu terang (fotofobia), seperti cahaya lampu kendaraan pada malam hari. Saya selalu mengeluhkan bahwa cahaya lampu mobil orang lain seperti terang sekali, sehingga mengganggu penglihatan saya. Selain itu, saya merasa mudah mual dan sakit kepala, lebih sensitif terhadap bau. Tidak hanya itu, karena migraine aura ada hubungan dengan hormon, maka mood saya mudah naik turun.

Migraine aura 2
Source pinterest

Berdasarkan sebuah ikhtisar yang mengatakan, “Sebagian pasien secara ganjil tiba-tiba merasa segar atau senang bukan main setelah serangan, sementara sebagian yang lain merasakan depresi dan gelisah.” source

Kini, saya coba untuk menghindari obat-obatan. Belakangan ini, saya mencoba untuk menahan rasa nyeri sakit kepala tanpa obat. Lalu, saya coba melakukan aktifitas seperti biasa. Namun, ternyata saya belum sanggup, setelah migraine menyerang sebaiknya saya beristirahat. Selain itu, semakin saya menahan rasa sakit akibat migraine, intensitas rasa sakitnya semakin meninggi. Sekarang, saya mencoba untuk mengkonsumsi apple cider vinegar dan madu uray. Juga, mencoba berbagai ramuan herbal lainnya. Selain bertujuan untuk memperbaiki kesehatan, saya juga berikhtiar untuk program hamil ^mohon doanya 🙂

Mungkin, ada yang merasakan hal yang sama seperti saya? boleh berbagi di kolom komentar 🙂